Hidup Bersama Tuhan Di Masa Depan.

Hidup Bersama Tuhan Di Masa Depan.

SEMANGAT PAGI, mediasumatera.id –  apa kabar Anda di hari ini? Semoga saya menjumpai Anda dalam keadaan sehat. Jangan lupa untuk bersyukur kepada Tuhan. Sebab dengan bersyukur kepada Tuhan hidup Anda akan selalu bahagia apa pun keadaannya.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 14: 25 – 33, yakni segala sesuatu harus dilepaskan untuk mengikut Yesus. Konsekuensi menjadi murid Yesus saat ini adalah kelak kita akan hidup bersama-Nya di dalam Kerajaan Allah. Namun, tidak semudah yang dipikirkan. Artinya menjadi murid-Nya saat ini kelak otomatis hidup bersama-Nya, melainkan ada syarat yang harus dipenuhi oleh setiap murid. Jadi, tidak cukup hanya menjadi murid, melainkan harus secara total dalam mengikuti-Nya. Hal ini diwujudkan lewat harus mencintai-Nya melampaui segala sesuatu termasuk keluarga kita. Dia harus menjadi nomor satu dalam hidup kita. Juga mencintai Dia, berarti kita harus mencintai salib-Nya. Artinya kita harus siap dan rela seperti Dia memanggul salib kita dan mengikuti Dia. Jadi, salib kita harus seperti salib-Nya dan bukan seperti salib kedua penjahat yang di salibkan bersama Dia. Akhirnya, untuk menjadi murid Yesus, maka kita harus rela melepaskan segala hal duniawi yang melekat di hati kita. Demikianlah agar kita bisa hidup bersama Tuhan di masa depan, maka: pertama: mencintai Dia melebihi segala sesuatu termasuk keluarga kita. Mencintai keluarga atau lainnya harus bersumber dari Dia. kedua: siap dan rela memanggul salib sehari-hari dan mengikuti-Nya. Salib yang kita panggul adalah seperti salib-Nya dan bukan salib seperti kedua penjahat yang di salib bersama-Nya. ketiga: rela melepaskan hal-hal duniawi demi Dia. Sebab banyak kali hal-hal duniawi menghambat kita untuk berjumpa dengan-Nya. Jadi, jangan melekat pada hal-hal duniawi. Yesus mengingatkan kita akan kecenderungan manusiawi kita. Dia bersabda: ” di mana hartamu berada, di situ pula hatimu berada” (Matius 6: 21). Inilah tiga syarat jika kita ingin hidup bahagia bersama Tuhan di masa depan, setelah kita meninggalkan dunia yang fana ini. Semoga kita dapat mewujudkannya. Mudah-mudahan 🙏🙏

Baca Juga :  Menjadi Yang Terkecil