HIDUP YANG BERKENAN DI HADAPAN ALLAH

HIDUP YANG BERKENAN DI HADAPAN ALLAH

“RENUNGAN HARIAN GKPI “TERANG HIDUP”

Kamis, 19 Februari 2026

PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id – Shalom… salam sejahtera di dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya damai, sukacita, dan pengharapan dari-Nya menyertai langkah hidup kita hari ini. Kita percaya: kita tidak pernah berjalan sendiri. Tuhan menyertai, menuntun, dan bekerja dalam setiap musim kehidupan kita. Bahkan ketika jalan terasa gelap, Tuhan sedang menyiapkan terang. Ketika kita lemah, Tuhan sedang menguatkan. Kita adalah orang-orang yang sangat dikasihi dan diingat oleh Tuhan.

Bagaimana kabar Saudara/i hari ini? Kiranya Saudara/i berada dalam kesehatan jasmani dan rohani, hati yang damai, serta sukacita yang melimpah. Renungan ini disampaikan oleh Amang Pdt. Tubiran M.T. Simamora, M.Th., sebagai penguatan iman bagi kita semua.

“Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita.” (1 Tesalonika 1:3)

Sebuah kisah menggambarkan pengorbanan seorang penjaga gerbong kereta api. Di suatu senja terjadi sebuah masalah di mana penjaga itu tidak dapat menarik tuas pengontrol jembatan oleh karena terjadi kerusakan, sehingga jika jembatan itu tidak terkunci dengan baik maka kereta api tersebut dapat lepas dari jalurnya dan akan membahayakan banyak orang. Sang penjaga melihat bahwa masih ada kesempatan untuk mengunci jembatan itu secara manual, yakni dengan menumpukan berat badannya untuk menguncinya. Namun hal yang mengejutkan bagi sang penjaga, ketika dia tetap memegang kunci jembatan tersebut dan kereta api sudah mendekat, tiba-tiba suara kecil memanggilnya “Papa di mana..? Papa di mana?” Ehh…rupanya anaknya yang masih umur empat tahun datang mencarinya. Sang penjaga teriak ke arah anaknya; “Lari..!” Namun kereta itu semakin mendekat. Kaki mungil itu tidak dapat berlari menyeberangi jembatan itu. Sang penjaga ingin sekali melepaskan tuas itu untuk menjangkau anaknya dan membawa ke tempat aman, namun dia tidak dapat meninggalkan tuas itu malah dia memilih untuk menyelamatkan banyak orang yang berada di kereta api tersebut dan merelakan anak yang mungil itu hancur, terlontar karena di dorong oleh kereta api yang melaju. Seluruh penumpang kereta api itu tidak ada yang menyadari sosok manusia yang menyedihkan dan menangis, dan yang tetap memeluk erat tuas pengunci hingga kereta api itu berlalu. Jika kita mengerti perasaan yang melanda hati sang penjaga gerbong kereta api itu, maka kita dapat merasakan kasih Bapa bagi manusia.

Baca Juga :  Berani Melepaskan Diri Dari Berbagai kelekatan Demi Mengikut Yesus

Perlu juga kita pahami, sesungguhnya iman kita akan kasih Allah di dalam Yesus Kristus bukanlah kesia-siaan, tetapi iman itulah yang menumbuhkan pengharapan serta dasar iman itu jugalah kita dapat bertindak mewujudkan kasih sebagaiman Allah menunjukkan kasihnya atas kita. Seperti halnya Rasul Paulus memulai dengan mengucap syukur kepada Allah dan banyak hal yang membuatnya bersukacita dan amat patut dipuji pada diri jemaat, yakni iman mereka dan pekerjaan iman mereka yang adalah anugerah yang mengubah segala-galanya.

Perhatikanlah, apabila iman benar maka iman itu akan bekerja membuat kita bekerja untuk Allah dan untuk keselamatan kita sendiri. Jadi, iman menentukan tingkah laku dan kepribadian kita selayaknya Yakobus 2:8 “Tunjukkanlah kepadaku imanmu dari perbuatan-peruatanmu.”

Selanjutnya sukacita itu nyata dari tindakan kasih yang selalu terwujud dari perbuatan kasih kepada Allah dan kepada sesama, dan harapan mereka dan ketekunan akan pengharapan itu. Kita diselamatkan dalam pengharapan. Apabila pengharapan akan hidup kekal itu memiliki dasar yang baik dan kuat maka pengharapan itu akan diwujudkan melalui ketekunan dengan bersabar dalam menanggung beban, serta dengan sabar menunggu kemuliaan yang akan disingkapkan kelak. Sehingga ketiga hal ini membuahkan ketulusan dalam diri setiap orang, dan mendorong seseorang untuk bersikap tulus dengan menyadari bahwa mata Allah selalu tertuju kepada kita. Maka perbuatan iman, usaha kasih, dan ketekunan pengharapan tetaplah dilakukan di dalam pandangan Allah.

Renungan:
Apabila iman benar maka iman itu akan bekerja membuat kita bekerja untuk Allah dan untuk keselamatan kita sendiri. Jadi, iman menentukan tingkah laku dan kepribadian kita.

Lagu:
KJ. No. 39
“Ku Diberi Belas Kasihan.”
BE. No. 175
“Tu Dia Ho, Na Loja i”

Baca Juga :  Renungan hari ini: Berbahagialah.

Doa,:
Ya Bapa, jadikan kami tetap setia di hadapan-Mu. Jadikalah pribadi kami ini seturut dengan kehendak-Mu, dan senantiasa melakukan yang berkenan dihadapanMu dengan tulus. Terlebih menjadikan hidup ini menjadi berkat kepada orang lain. Amin.

Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati kita.

Amin.

(VIP)