DAMAI SEJAHTERA, mediasumatera.id – bagimu, para saudaraku ytk.dalam Kristus Tuhan. Saya berharap menjumpai para saudaraku dalam keadaan damai, sehat dan bahagia. Dan jangan lupa untuk selalu bersyukur kepada Tuhan Sang Sumber Hidup.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 10: 7 – 15, yakni Yesus mengutus kedua belas rasul. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengutus para murid untuk menjadi pembawa kabar baik dan pelaku kasih. Mereka tidak hanya diminta untuk berkhotbah, tetapi juga untuk menghadirkan Kerajaan Surga secara nyata, melalui penyembuhan, pemulihan, dan pelayanan tanpa pamrih.
Yesus menekankan bahwa apa yang mereka TERIMA secara cuma-cuma, harus juga DIBERIKAN secara cuma-cuma. Inilah inti dari HIDUP yang MEMBERKATI: hidup yang tidak berpusat pada diri sendiri, tetapi menjadi SALURAN kasih dan kuasa Allah bagi sesama.
Apa Artinya Hidup yang Memberkati?
1. Membawa kabar sukacita: Hidup kita harus menjadi suara yang menyampaikan bahwa Kerajaan Surga sudah dekat, bahwa ada harapan, pengampunan, dan kehidupan baru.
2. Melayani dengan kasih: Kita dipanggil untuk menyentuh luka dunia, bukan dengan kekuatan sendiri, tetapi dengan kuasa KASIH Kristus.
3. Memberi tanpa menuntut balasan: Seperti murid-murid Yesus, kita dipanggil juga untuk MEMBERI tanpa pamrih, karena semua yang kita miliki adalah anugerah dari Tuhan.
Jadi, Yesus memberikan tugas yang sederhana namun penuh kuasa: pergi, berbagi Kabar Baik, dan MEMBERKATI orang lain dengan tindakan nyata. Mereka diutus bukan untuk menuntut hak, melainkan untuk MEMBERI tanpa pamrih, menyembuhkan, menghibur, dan membawa damai. Oleh karena itu, Tuhan memanggil kita untuk hidup yang memberkati bukan hanya dengan kata-kata atau NARASI, tetapi melalui AKSI nyata, yakni kebaikan yang tulus dan pelayanan yang penuh kasih. Seperti murid-murid yang diperintahkan untuk mengandalkan penyertaan Tuhan, kita pun diajak untuk percaya bahwa ketika kita memberi, Allah akan mencukupi kebutuhan kita. Namun, Yesus juga mengingatkan bahwa: tidak semua orang akan menerima berkat kita. Meski demikian, tetaplah MEMBERI dengan hati lapang, karena setiap kebaikan yang kita tabur adalah bagian dari karya Allah di dunia.
Akhirnya, hidup yang memberkati dimulai dari kesadaran bahwa kita adalah saluran kasih Allah. Mari berjalan dalam iman, MEMBERI dengan sukacita, dan percaya bahwa Tuhan akan melipatgandakan setiap kebaikan yang kita lakukan.
Pertanyaan Refleksi:
1. Apa yang telah aku terima dari Tuhan dengan cuma-cuma?
2. Bagaimana aku bisa memberkati orang di sekitarku hari ini?
3. Apakah hidupku sudah menjadi saluran BERKAT bagi orang lain?
4. Apakah aku MEMBERI dengan HATI yang tulus, atau masih berharap imbalan?
5. Siapa yang hari ini bisa aku layani dengan kasih Kristus?
Selamat merenung🙏🙏



