HKBP PANGURURAN GAREJA BOLON AKAN KOSONGKAN LAHAN MILIK PADA 15 JANUARI 2026

HKBP PANGURURAN GAREJA BOLON AKAN KOSONGKAN LAHAN MILIK PADA 15 JANUARI 2026

Samosir, mediasumatera.id –  Pada Minggu 4/1/2026, diumumkan di acara Kebaktian bahwa lahan dan rumah milik HKBP Pangururan Gareja Bolon yang terletak di Jalan Gereja Panguruan, di samping komplek Sekolah HKBP, yang selama ini ditempati warga secara sewa agar dikosongkan. Hal ini sebagai tindak lanjut keputusan Pengurus Gereja yang akan menggunakan lahan tersebut untuk program gereja melalui Panitia Pengembangan Lahan Pargodungan. Pembongkaran rumah akan dimulai 15/1/2026 dan dilanjutkan dengan penimbunan lahan

Pada warta gereja yang dibagikan ke jemaat, dicantumkan bagi warga yang menyewa yang belum membayar sewa rumah dan lahan di Tahun 2025, agar segera membayar sewanya

HKBP PANGURURAN GAREJA BOLON AKAN KOSONGKAN LAHAN MILIK PADA 15 JANUARI 2026

Lokasi lahan milik HKBP Pangururan Gareja Bolon tersebut berada di tempat yang sangat strategis, di jalan utama Pangururan, simpang empat, sehingga memberikan kenyamanan tersendiri bagi yang menempatinya selama ini. Bagi yang punya usaha sangat diuntungkan karena pembeli dengan mudahnya mampir di tempat usahanya. Bagi yang bekerja atau bersekolah, bisa berangkat dengan mudah, baik dengan angkutan uum maupun kenderaannya sendiri

Ketegasan pihak HKBP Pangururan Gareja Bolon yang menarik kembali lahan dan rumah yang disewakan itu mendapat tanggapan beragam, salah satunya dari jemaat yaitu Dr drh Rotua Wendeilyna Simarmata, MSI CMed, yang biasa disapa Wendy. Tindakan tersebut sangat bagus karena lahan dan rumah milik gereja tidak elok untuk disewakan. Gereja itu bukan perusahaan yang mendapat mendapatkan tambahan income seperti dari uang sewa. Tugas utama gereja melalui Pendeta, Parhalado dan jemaat adalah melaksanakan amanat agung Tuhan Yesus yaitu menjadikan semua bangsa menjadi muridNya. Saya berharap, lahan dan rumah milik HKBP Pangururan Gareja Bolon ini bisa digunakan untuk kegiatan jemaat agar menjadi terang dan garam bagi warga Pangururan khususnya dan masyarakat Samosir umumnya (red)

Baca Juga :  Kakanwil BPN Pakai Baret dan Tongkat Komando, Menteri Hadi Ungkap Alasannya