OGAN ILIR, mediasumatera.id – Wakil Bupati Ogan Ilir, H. Ardani, S.H., M.H., menegaskan bahwa permasalahan data kependudukan, khususnya status Nomor Induk Kependudukan (NIK) anak-anak di Kecamatan Rantau Panjang, harus segera diselesaikan. Hal ini disampaikannya saat menghadiri pembukaan kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sriwijaya Tahun 2026, yang berlangsung di Gedung Pendopoan KPT Tanjung Senai, Rabu (3/6/2026).

Dalam arahannya, Wabub Ardani menyebutkan data dari Dinas Komunikasi dan Informatika yang menunjukkan sekitar 30 persen lebih anak-anak di wilayah tersebut belum memiliki NIK atau datanya belum lengkap. Ia meminta Dinas Dukcapil, perangkat desa, BPD, serta instansi terkait lainnya berkoordinasi penuh. Wabub menargetkan penyelesaian masalah ini paling lambat satu minggu ke depan, dengan dukungan mahasiswa yang sedang melakukan kegiatan lapangan. Ia juga berharap Rantau Panjang dapat menjadi contoh penyelesaian masalah kependudukan bagi wilayah lain.

Kegiatan PBL ini diikuti oleh 132 mahasiswa yang dibagi ke dalam 12 kelompok dan bertugas di 12 desa se-Kecamatan Rantau Panjang. Selain membantu pendataan administrasi kependudukan, kegiatan ini juga berfokus pada isu kesehatan utama, seperti percepatan penurunan angka stunting, intervensi langsung ke masyarakat, serta perbaikan sanitasi lingkungan.
Ketua pelaksana kegiatan, Prof. Dr. rer.med. H. Hamzah Hasyim, S.K.M., M.Km., mengapresiasi dukungan penuh pemerintah daerah. Ia berharap kehadiran mahasiswa dapat membantu pemerintah desa melengkapi data yang belum tercatat secara resmi, sekaligus memberikan edukasi kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
(Junaidi)







