Hukum Tabur Tuai: Apa Yang Ditanam Itu pula yang Dipetik

Hukum Tabur Tuai: Apa Yang Ditanam Itu pula yang Dipetik

SALVE, mediasumatera.id – bagimu para saudaraku ytk.dalam Kristus Tuhan. Semoga saya menjumpai Anda dalam keadaan sehat, damai dan bahagia. Pada hari ini Gereja Katolik sejagat memperingati Santo Dominikus, Imam dan Pendiri Ordo Pengkhotbah.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 16: 24 – 28, yakni pemberitahuan pertama tentang penderitaan Yesus dan syarat-syarat mengikut Dia. Hidup kita adalah ladang di mana setiap pilihan adalah benih yang ditabur. Yesus mengingatkan: hukum tabur-tuai berlaku kekal. Jika kita menabur kesetiaan dalam memikul salib-Nya (bukan “salib” keinginan diri seperti penjahat di kayu salib), kita akan menuai hidup kekal.

Puncta Renungan:
1. Salib Kristus, Bukan Salib Dunia: Yesus mengajak kita memikul salib seperti yang Ia pikul, yakni salib kasih, pengorbanan, dan penebusan. Bukan salib kedua penjahat di kiri dan kanan-Nya, yang hanya menanggung akibat dosa mereka sendiri. Salib Kristus adalah jalan menuju keselamatan, bukan sekadar penderitaan tanpa tujuan.
2. Menyangkal Diri: Menolak Kedagingan: Mengikut Yesus berarti berani berkata β€œtidak” pada kecenderungan kedagingan ego, keserakahan, hawa nafsu, dan keinginan duniawi. Menyangkal diri adalah benih ketaatan yang ditanam dalam tanah kasih dan iman.
3. Mengikut Yesus dengan Setia dan Tekun: Jalan salib bukan jalan instan. Dibutuhkan ketekunan dan kesetiaan untuk terus melangkah bersama Kristus, meski penuh tantangan. Ini adalah benih pengharapan yang akan berbuah keselamatan.
4. Hukum Tabur Tuai Berlaku: menegaskan bahwa setiap orang akan dibalas setimpal dengan perbuatannya. Apa yang kita tanam, kesetiaan, pengorbanan, penyangkalan diri, akan dipetik sebagai keselamatan dan kemuliaan kekal.

Refleksi:
Hidup kita adalah ladang. Setiap keputusan, tindakan, dan sikap adalah benih. Jika kita menabur dalam roh, kita akan menuai hidup kekal. Jika kita menabur dalam daging, kita akan menuai kebinasaan. Hukum tabur tuai bukan ancaman, tetapi undangan untuk hidup dalam terang Kristus. Ingatlah: apa yang kita taburkan atau tanamkan, itulah nanti yang akan kita tuai atau petik. Amin πŸ™πŸ™