Berita  

HUT ke – 8 Gedung Serbaguna Santo Louis: Merangkul Keberagaman Budaya, dan Bekerja Sama Demi Kemuliaan Tuhan

HUT ke – 8 Gedung Serbaguna Santo Louis: Merangkul Keberagaman Budaya, dan Bekerja Sama Demi Kemuliaan Tuhan

PALEMBANG, mediasumatera.id – Memeriahkan ulang tahun gedung serbaguna Santo Louis Paroki Santo Yoseph ke 8 dimeriahkan dengan pagelaran seni yang dilakukan di halaman gedung serbaguna tersebut pada Minggu (26/10/2025). Gedung serbaguna yang berada di komplek SMP Santo Louis dan SMA Xaverius 2 Palembang yang berlokasi di Jalan Sukabangun 1 Palembang selama ini juga dipergunakan sebagai sarana ibadah umat Kristiani di wilayah 8.11 dan 13 Paroki Santo Yoseph Palembang.

HUT ke – 8 Gedung Serbaguna Santo Louis: Merangkul Keberagaman Budaya, dan Bekerja Sama Demi Kemuliaan Tuhan

Hadir dalam acara RD Hyginus Gono Pratowo, DPP Santo Yoseph Palembang, Pengurus gedung serbaguna, Umat kristiani wilayah 8,11, dan 13 serta undangan lainnya. Ketua panitia pelaksana kegiatan Fabianus Puji Purwoko mengatakan pentas seni digelar untuk menjaring bakat muda Pagelaran seni yang ditampilkan yakni pertunjukan tari kreasi dari Jawa berupa kuda lumping, dari Padang, Kalimantan dan tari kreasi nusantara lainnya.

HUT ke – 8 Gedung Serbaguna Santo Louis: Merangkul Keberagaman Budaya, dan Bekerja Sama Demi Kemuliaan Tuhan

Pagelaran seni ditampilkan untuk meningkatkan minat masyarakat pada seni budaya tanah air agar tetap lestari dan tidak tergerus zaman. Selain itu juga bermanfaat bagi pencarian bakat generasi muda untuk kegiatan gereja, paduan suara atau sekolah minggu.

“Dengan banyak kegiatan positif yang dilakukan generasi muda ini juga membuat generasi muda terhindar dari dampak negatif tawuran, narkoba dan hal negatif lainnya,” ujar Puji.

HUT ke – 8 Gedung Serbaguna Santo Louis: Merangkul Keberagaman Budaya, dan Bekerja Sama Demi Kemuliaan Tuhan
Fabianus Puji berharap dengan pentas seni tersebut diharapkan bisa menumbuhkan bal positif bagi umat, sehingga bisa memajukan dunia pendidikan juga menambah semangat iman dalam gereja tetap melayani, terus berkembang dan berada iman.

RD Hyginus Gono Pratowo selaku pastor paroki Santo Yoseph Palembang merasa bersyukur atas kelimpahan rahmat dan kasih Allah yang senantiasa kita terima. Pada ulang tahun ke 8 gedung serbaguna Santo Louis yang selama ini digunakan sebagai kegiatan rohani umat Paroki Santo Yoseph mengingat bahwa wilayah sukabangun umat katolik butuh tempat peribadatan dan kegiatan lainnya. Berterimakasih atas izin dari Yayasan Santo Louis gedung serbaguna ini dapat dipergunakan. Umat di wilayah ini baik dalam kelompok – kelompok basis, lingkungan dan wilayah yang terdiri sekitar 600 jiwa telah mengungkapkan rasa syukur dalam bentuk pelayanan kehidupan. Hal ini merupakan bentuk gereja yang hidup dalam persatuan dengan Tuhan melalui kegiatan rohani yang membangun persatuan menjadi semakin kristiani.

Baca Juga :  Kerangka Seorang Wanita Ditemukan Dekat Sport Center 

Andreas Daris sekretaris DPP Santo Yoseph dalam talks show mengungkapkan bahwa umat Wilayah 8, 11, dan 13 Paroki Santo Yoseph Palembang, beserta seluruh umat di sekitar Gedung Serbaguna Santo Louis, telah menunjukkan semangat guyub rukun dalam setiap kegiatan. Kebersamaan ini adalah wujud nyata dari iman yang kita imani—iman yang mendorong kita untuk saling mengasihi, merangkul keberagaman budaya, dan bekerja sama demi kemuliaan Tuhan. Gedung Serbaguna Santo Louis telah menjadi saksi bisu, tempat Ekaristi dirayakan, doa-doa dinaikkan, serta berbagai kegiatan rohani dan sosial dilaksanakan. Semua ini merupakan “gema cinta Santo Louis”, cinta kasih seorang kudus yang menginspirasi kita untuk melayani sesama dengan rendah hati.

HUT ke – 8 Gedung Serbaguna Santo Louis: Merangkul Keberagaman Budaya, dan Bekerja Sama Demi Kemuliaan Tuhan

Daris lebih lanjut mengajak untuk memperbarui komitmen untuk memelihara gedung ini bukan hanya sebagai bangunan, tetapi sebagai Oase Kerahiman Allah, tempat semua orang merasa diterima dan dikasihi. Memperkuat persatuan dan kerukunan di antara kita, menjadikannya modal utama dalam setiap langkah persekutuan dan pelayanan. Menghidupkan nilai-nilai iman dan budaya dalam setiap kegiatan, sehingga keberadaan kita menjadi berkat nyata bagi Paroki dan masyarakat sekitar.

Peringatan ulang tahun tersebut diawali dengan misa lalu dilanjutkan pentas seni yang diisi oleh bina iman remaja, Orang Muda Katolik, sejumlah kesenian tradisional Indonesia kuda lumping,pentas parody, tarian, lagu-lagu dan potong tumpeng serta ditutup dengan foto bersama. (daris)