Palembang, mediasumatera.id – Dalam Minggu ini semua sekolah mengakhiri semester ganjil melaksanakan pembagian raport. Guna pengambilan raport siswa Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) secara resmi memperkenalkan terobosan baru dalam pola pengasuhan nasional melalui “Gerakan Ayah Mengambil Rapor ke Sekolah”. Inisiatif ini menandai babak baru dalam upaya pemerintah membangun ketahanan keluarga yang lebih inklusif dan kolaboratif.
Gerakan ini secara resmi tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Kemendukbangga/BKKBN Nomor 14 Tahun 2025 tentang Gerakan Anak ke Sekolah. Dokumen yang ditandatangani oleh Kepala BKKBN, Wihaji, pada 1 Desember 2025 tersebut menjadi landasan hukum sekaligus seruan moral bagi para ayah di seluruh Indonesia untuk hadir lebih nyata dalam ekosistem pendidikan anak.

Memutus Mata Rantai Budaya “Fatherless”
Selama ini, budaya pengasuhan di Indonesia cenderung terpusat pada peran ibu (maternal-centric). Melalui gerakan ini, BKKBN berupaya mengubah paradigma tersebut. Keterlibatan ayah bukan sekadar bantuan teknis, melainkan mandat untuk membangun keluarga berkualitas demi menyongsong Generasi Emas 2045.
Menurut rilis resmi BKKBN, kehadiran ayah pada momen penting seperti penerimaan rapor menciptakan kedekatan emosional yang mendalam. Dampaknya sangat signifikan: anak akan merasa lebih dihargai, memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi, serta merasakan kenyamanan dan kesiapan mental yang lebih baik dalam menjalani proses belajar di sekolah.

Ketentuan Pelaksanaan dan Dukungan Instansi
Gerakan ini tidak hanya bersifat imbauan kosong, namun disertai dengan panduan pelaksanaan yang jelas:
- Sasaran Luas:Gerakan ini ditujukan bagi seluruh ayah yang memiliki anak di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar (SD/SMP), hingga Pendidikan Menengah (SMA/SMK).
- Mulai Desember 2025:Pelaksanaan perdana gerakan ini dilakukan pada bulan Desember 2025, menyesuaikan dengan kalender akademik sekolah masing-masing di akhir semester ganjil.
- Dukungan Dunia Kerja:Memahami kendala waktu bagi para ayah yang bekerja, BKKBN mengimbau setiap instansi atau kantor untuk memberikan dispensasi keterlambatan bagi karyawan yang menjalankan peran ini, sesuai dengan ketentuan internal masing-masing.
Apresiasi “Ayah Teladan” di Era Digital
Guna memeriahkan gerakan ini, pemerintah juga meluncurkan program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Sebagai bentuk apresiasi, Kemendukbangga/BKKBN menyediakan penghargaan bagi 10 ayah terpilih yang berpartisipasi aktif mensosialisasikan gerakan ini di media sosial.

Para ayah diajak untuk mengabadikan momen kebersamaan mereka saat mengambil rapor dalam bentuk foto atau video, lalu mengunggahnya ke Instagram dengan menggunakan tagar #GATI dan #sekolahbersamaayah. Peserta diwajibkan menandai akun resmi @kemendukbangga_bkkbn, @dithanrembkkon, serta @gatikemendukbangga.
“Keterlibatan ayah dalam pendidikan bukan hanya kebutuhan emosional sesaat, tetapi merupakan investasi sosial jangka panjang bagi bangsa,” tegas kutipan dalam SE tersebut. Dengan keterlibatan ayah yang setara, diharapkan setiap anak Indonesia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang utuh dan mendukung pertumbuhan karakter mereka secara maksimal.(daris)







