Senin, 2 Agustus 2021 22:05 WIB

Kabid Humas Polda Sumsel : Terkait Dana Hiba 2 T Dari Kel. Almarhum Akidi Tio, Heriyanti Belum Tersangka

Oleh : | Editor :
Dibaca :483 kali dibaca | Durasi baca : 2 Menit

“Yang punya kewenangan mengeluarkan pernyataan adalah Bapak Kapolda dan Kabid Humas. Jangan ada dan tidak boleh pakai pernyataan lain,” kata Supriadi didampingi Dirreskrim Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Siallagan.

 

MEDIASUMATERA.ID-SUMSEL : Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi MM mengatakan status tersangka terhadap anak mendiang Akidi Tio, Heriyanti sebagai tersangka adalah tak mendasar. Hal itu disampaikannya saat konferensi pers di halaman Reskrimum Mapolda Sumsel (Senin, 02-8-2021).

Ia menegaskan Polda Sumsel belum menemukan adanya indikasi penipuan terkait sumbangan Rp 2 triliun untuk penanganan Covid 19 di Sumsel. Heriyanti dipanggil ke Mapolda Sumsel untuk membicarakan hal mengenai dana hibah 2T secara kekeluargaan. Bukan karena perbuatan kriminal. Ungkapnya.

“Yang punya kewenangan mengeluarkan pernyataan adalah Bapak Kapolda dan Kabid Humas. Jangan ada dan tidak boleh pakai pernyataan lain,” kata Supriadi didampingi Dirreskrim Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Siallagan.

Hingga kini Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel masih melakukan pemeriksaan terhadap Heryanti maupun Prof Hardi Darmawan untuk memastikan ada tidaknya sumbangan Rp2 triliun yang disampaikan Heryanti melalui perantara Prof Hardi Darmawan kepada Kapolda Sumsel Senin awal pekan lalu.

“Bantuan dua triliun ini berawal dari komunikasi Kapolda Sumsel dengan Prof Hardi Darmawan pada 23 Juli lalu. Bantuan yang diberikan almarhum Akidi Tio bukan atas nama Polda Sumsel namun atas nama pribadi Kapolda Sumsel,” ujar Kabid Humas.

Supriadi menegaskan bahwa  Kapolda Sumsel tidak mengenal Heryanti.

 

Menurutnya Kapolda Sumsel hanya mengenal Akidi Tio saat masih hidup. Namun Kapolda Sumsel hanya kenal sama anak pertama Akidi Tio Ahong yang ada di Langsa Aceh.

“Komunikasi sumbangan ini hanya dilakukan antara Kapolda Sumsel dengan Prof Hardi Darmawan. Lalu pada tanggal 26 Juli dilakukan penyerahan bantuan, tentunya Kapolda Sumsel menyambut baik sumbangan cukup besar untuk penangana covid 19 di Sumsel makanya Kapolda Sumsel unsur Forkopinda Sumsel,”katanya lagi.

 

Baca Juga :  BK Minyak Sawit (CPO) Oktober 2020 Ditetapkan US$ 3/Ton

Penyerahan uang dua triliun tersebut direncanakan akan melalui bilyet giro Bank Mandiri sehingga tiba waktunya bilyet giro itu tidak bisa dicairkan karena ada teknis yang harus diselesaikan.

“Kita tunggu kan pencairan bilyet giro sampai jam dua siang ini namun hingga sekarang uang itu tidak bisa dicairkan makan Heryanti kita panggil. Mudah mudahan dalam waktu dekat ini pemeriksaan terhadap Heryanti sudah selesai,” pungkas Kabid Humas. (red)

Komentar

News Feed