Kita Ibarat Garam dan Terang Dunia

Kita Ibarat Garam dan Terang Dunia

DAMAI BAGIMU, mediasumatera.id – para saudaraku ytk. Saya berharap menjumpai para saudaraku dalam keadaan damai, sehat dan bahagia.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 5: 13 – 16, yakni garam dunia dan terang dunia.Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengajarkan bahwa kita, sebagai murid-Nya, ibarat garam dan terang dunia. Garam berfungsi untuk memberi rasa kebaikan, melalui tindakan kasih, kejujuran, dan integritas di tengah dunia yang seringkali egois dan juga mencegah kebusukan dengan menjadi teladan kebenaran dan pembawa damai di lingkungan kita. Sedangkan terang menerangi kegelapan. Oleh karena itu, sebagai terang, kita dipanggil untuk: menyingkapkan kegelapan dengan menolak ketidakadilan dan menunjukkan jalan kebenaran dan juga untuk memancarkan harapan melalui perkataan dan perbuatan untuk memuliakan Bapak di surga. Dengan demikian, melalui dua gambaran ini, kita diingatkan akan panggilan kita untuk MEMBAWA dampak bagi dunia di sekitar kita. Garam yang kehilangan rasa tidak lagi berguna. Demikian pula, jika kita kehilangan nilai-nilai Kristiani dalam hidup kita, maka keberadaan kita tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Hidup dalam kasih, kebenaran, kejujuran, dan keadilan membuat kita menjadi garam yang memberi rasa bagi dunia. Demikian juga, terang tidak seharusnya disembunyikan, melainkan diletakkan di tempat yang tinggi agar menerangi sekelilingnya, melalui perkataan dan perbuatan baik kita, meskipun itu kecil. Tuhan memanggil kita untuk hidup sebagai saksi-Nya, menunjukkan KASIH dan KEBENARAN di tengah dunia yang gelap. Tindakan kecil kita, seperti bersikap jujur, baik, benar, membantu atau menolong sesama, dan menyebarkan KASIH, dapat menjadi sinar yang menerangi kehidupan orang lain.
Akhirnya, mari kita senantiasa berusaha untuk menjadi garam yang memberi rasa dan terang yang menyinari dunia, sehingga nama Tuhan dimuliakan melalui hidup kita.

Baca Juga :  Menjadi Saksi Kristus

Pertanyaan Refleksi
1. Apakah hidup kita telah mencerminkan peran sebagai garam dan terang dunia?
2. Apakah keberadaan kita membawa perubahan bagi lingkungan sekitar?

Selamat berefleksi🙏🙏