Media Sumatera, Online. Palembang – Kondisi yg terjadi predikat PPKM level 3 di palembang sabtu, minggu kebelakang masih PPKM Level 2 dan yang PPKM Level 3 itu di pulau jawa provinsi DKI, Jawa Barat, dan Jawa Timur dan sekarang kita juga, di Palembang Sumatera Selatan menjadi PPKM Level 3 artinya apa ?
Artinya bahwa kita sudah mulai meningkat yang terkena covid-19 bahkan tercatat hari kemarin sehari saja sudah mencapai 365 yang positif covid, namun masyarakat istilah nya masih belum jerah atau belum kapok. Kata Ir. Permana sebagai pengamat kebijakan publik/staff khusus bupati OI.
Ini juga dikarenakan faktor nya satu jenuh yang kedua di yakinkan sudah di vaksin periode satu / dosis 1 / dosis 2 bahkan sekarang sudah mulai untuk Vaksin Booster / dosis 3.
Kemudian, juga ada kepercayaan di masyarakat bahwasanya Orang Indonesia, Orang Palembang, dan Orang di beberapa provinsi.
Ada Moto bahwa orang Indonesia ini tahan/sangat kuat, sangat kebal terhadap pada Virus ini bukan bearti kita percaya terhadap Moto itu. Tapi barang kali itu bisa juga dikarenakan satu mungkin iklim nya yang trofical forest, kemudian yang kedua mungkin waktu sehari-hari dan malam hari kita selalu di basuh dengan air wudhu, kemudian yang ketiga kita lebih berwaspada dan berhati – hati dengan protokol kesehatan.”cetusnya
Namun pun demikian, Omicron sudah ada di Palembang memang belum sampai 100 orang yang terkena. Dan yang terkena covid-19 sudah mencapai 365 orang yang positif covid.
Artinya kedepannya kita tetap harus waspada dengan menggunakan protokol kesehatan 3M, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
Ini mutlak dilakukan karena ada kata dari presiden ghana bahwa membangun ekonomi itu tidak akan mati tetapi membangun manusia akan mati, bahwa faktor kesehatan lah yang harus lebih di utamakan kita dengan adanya status di palembang PPKM Level 3.
Marilah kita bergotong royong saling mengingatkan dengan berkesadaran tinggi, disiplin tinggi, jangan seperti kata orang jawa adalah jangan kita terlena, jangan kita lenga karena pandemi akan mewabah setiap saat.
Ada 2 hal yg penting pertama adalah pemulihan ekonomi, yang kedua pemulihan kesehatan. Kalau kita mau memprioritaskan seperti pepatah Presiden Ghana tadi. Tapi masyarakat kita masih berpenghasilan pas-pasan, terutama para pengusaha, kemudian masyarakat yang bergerak di sektor UMKM ini kan kebutuhannya untuk makan, jadi berbicara untuk kesehatan nanti dulu, kita untuk makan dulu sehari-hari, padahal menurut moto tadi kesehatan nomor satu baru ekonomi. karena kalau dengan sehat kita bisa dengan bermata pencarian kita bisa cari nafkah untuk modal ekonomi rumah tangganya, kelompoknya dan masyarakatnya jumlah yang besar.”cetusnya
masyarakat sekarang cenderung yang penting cari uang dulu, yang penting bekerja dulu, yang penting berdagang dulu, karena sudah di vaksin dosis 1 dosis 2.
Dikatakan Ir. Permana sebagai pengamat kebijakan publik / staff khusus bupati OI, beda kalau Tahun 2020 akhir, dan Tahun 2021 akhir beda kalau dulu yang terkena covid itu menjurus kepada meninggal , kalau skrg yang terkena cukup istirahat saja 3 hari karena sudah ada pelaksanaan vaksin tadi, pemikiran ini di masyarakat menjadikan semakin berani dan semakin yakin untuk tetap melakukan mata pencarian aktivitas ekonomi nya padahal kalau kita membicarakan prioritasnya semua nya membangun daerah tuh kan banyak, ada politik, ekonomi, sosial budaya, masyarakat dan pertahanan keamanan. Tapi kalau dua nya ini tetap prioritasnya tetap menjaga kesehatan dulu baru pemulihan ekonomi. Kalau sudah kesehatan rezeki itu bisa dicari dengan kerja itu bisa, tapi kalau dalam keadaan sakit di paksakan demi mata pencarian nya itu lah yang sekarang banyak terkena lagi
Perlu adanya perhatian pemerintah kemudian sosialisasi kepada masayarakat semua ini harus berpegangan tangan, untuk saling mengingatkan, dengan pemberdayaan secara chemistry akan menyelamatkan palembang dan sumatera selatan.







