Berita  

Memaknai “Kisah Cinta Terbesar”: OMK Paroki St. Yoseph Palembang Hadirkan Visualisasi Jalan Salib

Memaknai "Kisah Cinta Terbesar": OMK Paroki St. Yoseph Palembang Hadirkan Visualisasi Jalan Salib

PALEMBANG, mediasumatera.id – Suasana khidmat menyelimuti Gereja Santo Yoseph Palembang pada Jumat Agung, 3 April 2026. Ratusan umat memenuhi gereja di Jalan Sudirman 128 untuk menyaksikan Tablo Kisah Sengsara Yesus Kristus. Drama kolosal yang dibawakan oleh Orang Muda Katolik (OMK) ini menjadi sarana perenungan mendalam atas pengorbanan Kristus di Bukit Kalvari.

Visualisasi Penebusan dan Air Mata Umat
Tablo bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan sebuah bentuk katekese visual. Melalui setiap adegan, umat diajak menelusuri kembali jejak penderitaan Yesus—dari pengadilan yang tidak adil hingga wafat-Nya di kayu salib. Darah penebusan yang tercurah menjadi simbol pembersihan atas dosa-dosa manusia yang kian menebal.
Antusiasme umat terlihat jelas dari penuhnya bangku gereja. Banyak di antara mereka yang tak kuasa menahan air mata saat menyaksikan adegan penyaliban di depan altar. Penghayatan ini menjadi bukti bahwa pesan kasih Allah yang tak terhingga berhasil menyentuh palung hati umat yang hadir.
Keberhasilan pementasan ini melampaui ekspektasi para penyelenggara. Dwi Wantoro, koordinator tablo OMK, mengaku sempat merasa cemas selama masa persiapan.
“Selama latihan, tantangannya cukup besar, mulai dari kehadiran pemain hingga fokus yang sesekali terbagi. Namun, saya hanya berserah dan berharap semua bisa tampil lepas. Puji Tuhan, doa itu terjawab hari ini; semua berjalan lancar sesuai rencana,” ungkap Toro.

Memaknai "Kisah Cinta Terbesar": OMK Paroki St. Yoseph Palembang Hadirkan Visualisasi Jalan Salib
Kebanggaan senada dirasakan oleh Anggit, anggota OMK yang dipercaya memerankan sosok Yesus. Meski harus menjalani latihan fisik yang berat selama satu bulan termasuk adegan dicambuk dan disalib ia merasa terhormat atas tugas tersebut. “Tantangannya luar biasa berat, tapi saya sangat senang. Pesan saya untuk umat, jangan pernah lupa untuk selalu berdoa dan bersandar pada Tuhan Yesus,” tuturnya.

Baca Juga :  Sijago Mera Hanguskan 9 Rumah di Ibul Besar III, Kapolres Ogan Ilir Turun Langsung ke Lokasi Bersama Personel

Memaknai "Kisah Cinta Terbesar": OMK Paroki St. Yoseph Palembang Hadirkan Visualisasi Jalan Salib
Mewujudkan Keluarga sebagai Ecclesia Domestica
Pastor Kepala Paroki Santo Yoseph Palembang, RD Hyginus Gono Pratowo, melalui Sekretaris Dewan Pastoral Paroki (DPP), Andreas Daris Awalistyo, menyampaikan pesan teologis di balik tradisi tahun ini.
Sesuai dengan arah dasar Keuskupan Agung Palembang, perenungan kisah sengsara tahun 2026 difokuskan pada tema “Berjaga-jaga dan Berdoa”. Ada harapan besar agar melalui penghayatan sabda Yesus di jalan salib, umat mampu mewujudkan keluarga sebagai Ecclesia Domestica (Gereja Rumah Tangga).

Memaknai "Kisah Cinta Terbesar": OMK Paroki St. Yoseph Palembang Hadirkan Visualisasi Jalan Salib
“Melalui Jalan Salib ini, kita diingatkan akan tanggung jawab sebagai murid-murid-Nya. Semoga keluarga-keluarga Katolik semakin termotivasi untuk memancarkan kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari, memperkuat ikatan keluarga yang bertumpu pada kekuatan cinta kasih-Nya,” jelas Andreas Daris.
Dengan berakhirnya tablo ini, umat diharapkan memasuki upacara penghormatan salib dan perayaan Paskah dengan hati yang lebih murni, siap menyongsong kebangkitan Kristus dengan semangat baru dalam pelayanan dan keluarga.(*)