DAMAI SEJAHTERA, mediasumatera.id – BAGIMU para saudaraku ytk. Setiap manusia siapapun dia pasti ingin selalu hidup damai, sehat dan bahagia. Yesus adalah sumber semuanya itu. Pada hari ini Gereja Katolik sejagat merayakan Hari Raya Kenaikan Tuhan.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 24: 46 – 53, yakni Yesus menampakkan diri kepada semua murid dan kenaikan Yesus. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus memberikan pesan terakhir kepada murid-murid-Nya sebelum Dia naik ke surga. Ia *mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka*, sebuah tindakan yang penuh makna dan kekuatan. Mengangkat tangan adalah simbol OTORITAS dan KASIH. Dalam Perjanjian Lama, imam mengangkat tangan untuk memberkati umat, dan kini Yesus, Imam Agung, melakukan hal yang sama sebelum meninggalkan dunia. Berkat-Nya bukan sekadar kata-kata, tetapi sebuah janji bahwa Ia tetap menyertai murid-murid-Nya melalui Roh Kudus. Dengan demikian, para murid tidak merasa kehilangan, tetapi justru bersukacita dan memuliakan Tuhan. Mereka memahami & menyadari bahwa kenaikan Yesus bukanlah akhir, melainkan awal dari MISI mereka untuk mewartakan Injil ke seluruh dunia. Dan dalam hidup kita, ada saat-saat ketika kita merasa ditinggalkan atau menghadapi perubahan besar. Namun, seperti para murid, kita diingatkan bahwa Tuhan tidak pernah benar-benar pergi meninggalkan kita. Dia selalu memberkati dan menyertai kita, memberikan kekuatan untuk menjalani panggilan kita dengan sukacita.
Jadi, *Yesus mengangkat tangan-Nya dan memberkati para murid-Nya* sebelum terangkat ke surga, mengandung makna: _Pertama_ *Berkat yang Bertindak*: Tangan yang terangkat adalah tanda penyerahan, otoritas, dan kasih. Berkat-Nya bukan kata kosong, Ia adalah jaminan penyertaan dan kuasa untuk menjadi saksi. _Kedua_*Pemercayakan Misi*: Sebelumnya, Yesus mengingatkan para murid tentang panggilan untuk memberitakan pertobatan dan pengampunan dosa. Berkat ini adalah modal bagi murid-murid untuk melangkah dalam iman, meski fisik Yesus tak lagi bersama mereka. _Ketiga_*Sukacita di Dalam Ketaatan*:
Para murid pulang dengan *sukacita*, bukan sedih. Mereka memahami bahwa berkat Yesus tetap menyertai meski Ia di surga.
*Refleksi:*
Saat ini, kita juga hidup di bawah berkat yang sama. Tangan Tuhan tetap terangkat untuk memelihara, memimpin, dan memberi kita kekuatan menjalani misi-Nya. Apakah kita peka terhadap penyertaan-Nya? Apakah kita, seperti para murid, bersukacita dan setia dalam panggilan kita, bahkan saat harus menanti?
Maka,marilah kita menerima berkat Tuhan dengan hati terbuka dan melanjutkan karya-Nya dengan penuh iman. Semoga demikian 🙏



