mediasumatera.id – Menteri Dalam Negeri Jend (purn) Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera meresmikan 200 unit hunian sementara (huntara) di Simarpinggan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut). Huntara ini dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Danantara.
Selain di Simarpinggan, Menteri Dalam Negeri Jend (purn) Tito Karnavian juga meresmikan secara virtual 50 unit huntara di Tapanuli Selatan. Dalam kesempatan yang sama, juga secara serempak meresmikan huntara secara virtual di tujuh kabupaten yang terdampak bencana di Sumatera.

Daerah itu di antaranya Tapanuli Tengah sebanyak 112 unit dan Tapanuli Utara 40 unit. Selanjutnya Aceh Tamiang 58 unit, Aceh Timur 308 unit, Aceh Utara 84 unit, Pidie Jaya 410 unit, serta Tanah Datar 38 unit. Dengan demikian, total huntara yang diresmikan secara serempak sebanyak 1.300 unit.


Pembangunan huntara ini merupakan upaya strategis pemerintah dalam mempercepat pemindahan pengungsi bencana ke hunian yang lebih layak sembari menanti penyelesaian pembangunan hunian tetap (huntap). Pemerintah pada dasarnya tidak ingin pengungsi tinggal terlalu lama di tenda pengungsian. Oleh karena itu, pembangunan huntara terus dikebut di tiga provinsi terdampak bencana Sumatera.
Menteri Dalam Negeri Jend (purn) Tito Karnavian menyusuri area huntara untuk meninjau kelayakan serta kelengkapan sarana dan prasarana bagi para pengungsi, serta menyempatkan diri berbincang dengan sejumlah pengungsi yang sebagian besar berasal dari Tandihat, Angkola Selatan. Beberapa dari mereka mengaku fasilitas yang ada di Huntara sudah memadai.

Dalam kesempatan ini, beliau juga menyerahkan bantuan logistik dan Dana Tunggu Hunian (DTH) untuk korban bencana di Tapanuli Selatan yang rumahnya rusak, namun tidak tinggal di huntara dan memilih menyewa rumah atau tinggal bersama sanak saudara.







