Ogan Ilir, mediasumatera.id – Sebagian besar petani di Kecamatan Rantau Panjang, Ogan Ilir, merasa was-was karena sawah mereka terancam gagal panen.Selasa(31/3/2026)BPP kecamatan Rantau Panjang.
Menurut informasi dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Rantau Panjang, Farida S.P.Lahan yang terdampak Lebukuarang sekitar Lahan ada 2.556 hektar lahan terdampak kemarau di kecamatan Rantaupanjang
“Namonyo lahan tadahujan bukanya lahan irigasi kalau ujan dak datang Artinya kekurangan air. Kita pasra kita berharap dalam kedepan adaturun ujan lebat. Yang bakal teracam lebak pematang dan lebak tenga kalau yang pematang uda hampir 15% suda ditanam lahan yang kekeringan itu sekitar lebikurang 2.556 hektar untuk saat ini, ribuan hektar itu tidak bisa digarap dan padi yang sudah ditanam, bakal gagal panen,” ujar Farida
Sala satu Petani Sangkut dari Desa Sungai Rotan kecamatan Rantau Panjang, sudah satu bulan lebih daerah Kecamatan Rantau Panjang tak diguyur hujan.
Di Desa Sungai Rotan hanya mendung paling gerimis sawa yang kering di desakami sekitar lebikurang 90 hektar lahan sawah kering kerontang.
“Jadwalnya Agustus nanti panen. Tapi dengan kondisi sekarang, terancam gagal panen,” kata salah seorang petani bernama Sangkut,
Kecamatan Rantau Panjang terdiri dari 12 desa yang terdapat ribuan hektar lahan sawah.
Petani seperti Sangkut berharap ada solusi untuk mengatasi kekeringan ini.
Diketahui bahwa Kecamatan Rantau Panjang termasuk daerah yang dialiri Sungai Ogan.
Dengan sumber air berlimpah, petani kesulitan mengakses air karena tak ada mesin pompa yang memadai.

“Sawah di Sungai Rotan ini berjarak sekitar 500 meter dari sungai. Tinggal bagaimana caranya ada instalasi atau mesin penyalur air dari sungai ke sawah. Kalau pakai mesin pompa biasa kan tidak mungkin,” tutur Sangkut.
Masalah kekeringan ini sebelumnya telah dibahas oleh DPRD Ogan Ilir pada Senin (30/3/2026) lalu.
DPRD meminta Pemkab Ogan Ilir segera mengambil langkah agar sawah di Rantau Panjang terhindar dari gagal panen.
Wakil Bupati Ogan Ilir H. Ardani mengatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk mengatasi masalah tersebut.
“Nanti kita bahas bersama OPD terkait soal apa yang disampaikan pada Rapat Paripurna,” kata Ardani.(Junaidi)







