Berita  

Pekerja Migran Maritim Hadapi Berbagai Kerentanan, Stella Maris Batam Gelar Seminar Internasional Minggu Migran dan Pengungsi Sedunia 2026

Pekerja Migran Maritim Hadapi Berbagai Kerentanan, Stella Maris Batam Gelar Seminar Internasional Minggu Migran dan Pengungsi Sedunia 2026

BATAM, mediasumatera.id — Setiap hari kita menikmati makanan, energi, obat-obatan, pakaian, dan berbagai kebutuhan lainnya tanpa selalu menyadari bahwa lebih dari 80% perdagangan barang dunia berdasarkan volume diangkut melalui laut. Di balik arus perdagangan yang menggerakkan kehidupan dan perekonomian dunia, ada para ABK dan Awak Kapal Perikanan (AKP) yang bekerja jauh dari keluarga, menghadapi gelombang, cuaca buruk, risiko kecelakaan, kelelahan, dan kerinduan demi memastikan kebutuhan kita tetap sampai ke tujuan.

Namun, di balik kontribusi besar tersebut, para pekerja migran khususnya pekerja maritim masih menghadapi berbagai kerentanan: proses perekrutan yang kompleks, biaya yang berat, ketidakjelasan informasi, persoalan kontrak dan perlindungan, hingga risiko eksploitasi dan perdagangan orang.

Mereka bukan sekadar bagian dari rantai industri maritim. Mereka adalah manusia; ayah, ibu, anak, saudara, dan anggota keluarga yang memiliki harapan untuk bekerja dengan aman dan kembali ke rumah dengan selamat.

Untuk membahas masalah di atas, Stella Maris Batam menggelar acara Seminar Internasional Minggu Migran dan Pengungsi Sedunia 2026, pada Minggu, 20 September 2026, mulai pukul 14.00 hingga selesai, di Pacific Palace Hotel, Batam.

Seminar bertema “Dari Kerentanan Menuju Martabat: Mewujudkan Migrasi yang Aman dan Teratur,” dirangkaikan dengan Misa Kudus untuk berdoa demi menjunjung martabat para migran dan pekerja maritim.

Pekerja Migran Maritim Hadapi Berbagai Kerentanan, Stella Maris Batam Gelar Seminar Internasional Minggu Migran dan Pengungsi Sedunia 2026

Kegiatan ini dikuti tokoh Gereja, pemerintah, DPR RI, organisasi internasional, akademisi, organisasi pekerja, pelaku industri, dan berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun migrasi yang lebih aman, teratur, dan bermartabat.

Direktur Stella Maris Batam, Rm Ansensius Guntur atau yang akrab disapa Romo Yance mengatakan, Seminar Internasional Minggu Migran dan Pengungsi Sedunia 2026 memiliki tiga tujuan utama.

“Yakni, pertama, membangun kesadaran publik akan isu migran dan pelaut. Kedua, dialog sosial untuk mengupayakan kebijakan yang baik untuk perlindungan migran dan pelaut, serta ketiga, mendoakan para migran dan pelaut di Hari Minggu migran sedunia,” jelas Romo Yance, dalam pesan WA-nya.

Tentang Stella Maris Batam
Stella Maris Batam merupakan bagian dari jaringan Stella Maris global, yang telah satu abad bergerak di bidang pendampingan pelaut, nelayan, dan keluarga mereka.

Stella Maris didirikan di Glasgow, Skotlandia pada 1920 oleh Arthur Gannon dan Peter F Anson untuk mendampingi para pelaut di berbagai pelabuhan di dunia. Pada 2020, di usia ke-100, Stella Maris menjadi jaringan ship-visiting terbesar di dunia, beroperasi di lebih dari 300 pusat pelayanan di berbagai pelabuhan didukung ribuan relawan.

Pada 2022, Stella Maris hadir di Batam, Indonesia dan memulai pelayanannya di bawah Keuskupan Pangkalpinang, dipimpin Rm marcello Martinez Hernandez, dengan langkah awal mendampingi keluarga pelaut secara bulanan.

Stella Maris Batam memiliki misi mendorong perkembangan manusia yang utuh bagi para pelaut, nelayan, dan keluarga mereka, dengan visi menjadi organisasi terdepan yang memberikan perhatian menyeluruh bagi pelaut, nelayn, keluarga, dan komunitas mereka dengan menumbuhkan harapan dan inklusi.

Stella Maris Batam dirikan dengan tujuan menyambut pelaut dan nelayan sembari melindungi martabat dan hak mereka dari segala bentuk diskriminasi.

Dalam perkembangannya, di bawah kepemimpinan Rm Ansensius Guntur, Stella Maris Batam secara resmi terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM RI pada Desember 2024, dan mulai melakukan kunjungan langsung ke kapal-kapal di pelabuhan. (*)