Ogan Ilir, mediasumatera.id – Pembangunan saluran drainase di lingkungan perkantoran Tanjung Senai, Kabupaten Ogan Ilir, yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten setempat, diduga dikerjakan secara asal-asalan oleh pihak pemborong.
Alih-alih memberikan manfaat bagi warga maupun pengguna jalan yang melintas menuju kompleks Kantor Bupati, fasilitas yang baru selesai dibangun ini justru menimbulkan masalah baru. Pasalnya, air di dalam saluran tersebut tidak mengalir dan malah menggenang, sehingga tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Seorang warga setempat yang meminta identitasnya disamarkan, dipanggil Pak PR, mengungkapkan kondisi buruk ini sudah terlihat sejak lama. Ia menyampaikan hal tersebut saat ditemui di lokasi, Selasa (12/5/2025).

“Memang airnya sama sekali tidak mengalir dan terus menggenang. Penyebabnya jelas karena kemiringan dasar saluran tidak dibuat sesuai standar seharusnya,” ungkap Pak PR.
Ia juga menambahkan, “Aliran airnya benar-benar tidak lancar, hampir 0 persen. Akibatnya muncul genangan-genangan air. Saya sempat mengira pekerjaan ini dikerjakan dengan baik, tapi kenyataannya hasilnya belum maksimal sama sekali. Anggaran yang mencapai ratusan juta rupiah rasanya sia-sia saja, pembangunannya tidak memberikan manfaat sedikit pun.”

kondisi buruk ini terjadi karena pelaksanaan proyek yang asal jadi. Bukti nyatanya, fasilitas yang usianya belum lama dibangun ini sudah menjadi keluhan bersama dan mengganggu kenyamanan warga yang beraktivitas menuju kantor bupati.
“Mungkin karena jarang diperhatikan atau diperiksa, sehingga kondisi drainase ini tidak diketahui perkembangannya. Lama-kelamaan kalau hujan deras, air di saluran ini malah meluap ke jalan raya dan sangat mengganggu pengguna jalan yang lewat,” pungkas Pak PR.
(Junaidi)






