Media Sumatera, Online. Palembang – Pengamat Politik dari Forum Demokrasi Sriwijaya (ForDes) Bagindo Togar mengatakan Prabowo Subianto punya kans besar menang Pilpres 2024 dan mengungkap sejumlah alasannya.
Pemilu 2024 tinggal 14 bulan lagi, sejumlah partai politik memenuhi syarat jadi peserta pemilu, mulai memanaskan mesin partainya untuk meraih hasil maksimal.
Bagaimana dengan Pemilu Presiden sendiri, beberapa nama akan meramaikan pertarungan memperebutkan kursi orang nomor satu di Republik ini.
Mulai dari Menteri Pertahanan sekaligus ketua umum (Ketum) Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Kemudian mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo.
Prabowo Subianto sendiri saat ini menjadi kandidat yang mempunyai kans besar untuk menang, jika melihat hasil survei yang ada, meskipun kandidat lain memiliki peluang yang sama.
Pengamat Politik dari Forum Demokrasi Sriwijaya (ForDes) Bagindo Togar mengatakan, jika membaca peluang Prabowo Subianto pada pemilu 2024 dapat kita lihat dari berbagai segi.
Pertama dari segi karakter pribadi, kesediaan Prabowo untuk ikut dalam kabinet Presiden Jokowi, walau awalnya banyak dikecam, ternyata memberi banyak keuntungan pada citra personalnya.
“Terhadap kecaman yang menyayangkan ia masuk dalam kabinet Jokowi, Prabowo hanya di awal memberi penjelasan dan alasannya masuk kabinet selebihnya ia mengelak untuk berpolemik, dan lebih fokus pada kerja dan kinerjanya sebagai Menteri Pertahanan dan pembantu Presiden,” kata Bagindo Togar.
Sehingga dari sisi karakter personalnya menurut Bagindo, kritik dan bahkan kecaman terhadap sikap Prabowo sebagai pribadi, tidaklah akan menggoyang elektabilitasnya. Bahkan yang terlihat elektabilitasnya relatif stabil, pada posisi puncak dan cenderung terus membaik.
“Pilihan Prabowo selama 5 tahun ini untuk fokus pada kerja, dan kinerjanya sebagai Menteri Pertahanan juga menunjukkan kapasitas dan kompetensinya sebagai seorang profesional. Ia memperlihatkan bahwa Prabowo mampu untuk bekerja dan mengemban tugas-tugas yang lebih strategis untuk kepentingan bangsa ini,” ucapnya.
Selain karakter personal dan kapasitas serta kompetensinya, faktor partai Gerindra juga diakui Bagindo tidak dapat diabaikan. Gerindra yang didirikan oleh Prabowo dan kawan, serta secara signifikan menjadi besar pengaruhnya dalam peta politik nasional, di satu sisi juga berfungsi menjadi mesin politik yang efektif.
“Tidak hanya untuk kepentingan Prabowo tetapi juga untuk kepentingan partai secara keseluruhan. Gerindra sukses membesarkan partainya dan membangun kader-kader yang potensial di banyak daerah,” paparnya.
Ditambahkan Bagindo, di Sumatera Selatan (Sumsel) aendiri misalnya, terdapat kader yang tak diragukan lagi seperti Kartika Sandra Desi (Ketua DPD Gerindra Sumsel), Eddi Santana Putra, dan M Akbar Alfaro, Marjito di OKU & Suwarti di Mura, sebagai tokoh dan putra terbaik Sumatera Selatan.
“Selain itu juga, telah muncul banyak nama-nama baru yang telah menunjukkan dedikasi dan karya nya untuk masyarakat seperti Cici, Akbar alfaro dan lain-lain. Tentu saja klaim ini bisa dipandang sangat subyektif, namun berdasarkan bukti yang lebih ilmiah (evidence based) dapat memperlihatkan potensi tersebut.
Kejayaan Gerindra dan Prabowo telah berdampak positif terhadap suara partai dan keterpilihan para kadernya sebagai wakil rakyat.
“Dengan kata lain terdapat coat-tail effect efek kepada Gerindra. Efek ekor jas ini adalah istilah yang kerap digunakan oleh para ilmuwan politik dan juga para pengamat, untuk menunjukkan adanya pengaruh dari nama besar atau pun organisasi besar terhadp keterpilihan seseorang,” ungkapnya
Berbeda halnya dengan kemenangan Presiden Jokowi yang ternyata efek ekor jas nya lebih banyak dinikmati oleh parpol tertentu, ketimbang partai lainnya. Terlebih partai pendukung relatif tidak banyak terdongrak suaranya.
“Tetapi tidak demikian halnya dengan Gerindra. Artinya, dari fenomena ekor jas ini kita dapat melihat, adanya modal politik yang harus terus dipelihara dan juga dikembangkan. Gerindra tidak hanya menawarkan Prabowo sebagai Presiden, tetapi juga memiliki kader-kader yang mumpuni untuk menjadi pemimpin daerah,” bebernya.
Sebut saja tokoh muda Akbar Alfaro yang pada Pilkada 2018 lalu, tampil sebagai kuda hitam dan mendapat suara yang lumayan besar.
Ketua DPC Gerindra Palembang ini, jelas tidak hanya berpeluang tetapi juga punya potensi yang menjanjikan, untuk memimpin kota Palembang.
“Karakter personal dan kompetensi Prabowo, kekuatan Gerindra sebagai mesin politik, bukti ilmiah dari pemilu lalu yang menunjukkan adanya efek ekor jas, dan kesiapan kader Gerindra di daerah. Terkhusus di Wilayah Sumsel , lebih spesifik di Kota Palembang,” pungkasnya.







