Berita  

Pengharapan Sejati di Tengah Renovasi Gereja GKPI Jemaat Khusus Immanuel Pematangsiantar

Pengharapan Sejati di Tengah Renovasi Gereja GKPI Jemaat Khusus Immanuel Pematangsiantar

PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id – Dalam suasana ibadah Minggu Septuagesima pada tanggal 16 Februari 2025, jemaat GKPI Jemaat Khusus Immanuel Pematangsiantar berkumpul di halaman gereja yang masih dalam tahap renovasi. Meskipun bangunan fisik sedang diperbarui, semangat jemaat tetap berkobar. Pendeta T.M.T. Simamora, M.Th membawakan khotbah yang menginspirasi dengan tema “Tuhan, Pengharapan Kita”, berdasarkan Yeremia 17:12-18.

Pengharapan Sejati di Tengah Renovasi Gereja GKPI Jemaat Khusus Immanuel Pematangsiantar

Dalam khotbahnya, Pdt. T.M.T. Simamora, M.Th mengangkat sosok Nabi Yeremia, seorang nabi muda yang di usia 17 tahun sudah berani melawan pola pikir bangsanya yang menyimpang dari Tuhan.

“Yeremia bukan hanya muda, tetapi juga penuh wibawa dalam perkataannya. Dia tidak takut menyampaikan kebenaran, meskipun itu tidak populer di mata banyak orang,” ujar bapak Pdt. T.M.T. Simamora, M.Th.

Bapak Pdt. T.M.T. Simamora, M.Th mengajak jemaat untuk belajar dari Yeremia agar tidak sekadar mengikuti tren dunia, dan menekankan bahwa dalam kehidupan modern ini, banyak orang tergoda untuk mengikuti tren dunia tanpa mempertimbangkan apakah itu benar di mata Tuhan. “Jangan tergiur oleh apa yang populer, tetapi hiduplah dalam kebenaran. Tuhanlah satu-satunya harapan yang tidak akan mengecewakan,” tambahnya.

“Yang trendi itu belum tentu baik, tetapi lakukanlah yang baik, itulah yang benar-benar trendi di mata Tuhan. Jangan mudah terbawa arus dunia, tetaplah teguh dalam iman!” lanjutnya.

Sebagai Minggu Septuagesima, hari ini menandai 70 hari sebelum Paskah, waktu yang mengingatkan jemaat untuk mulai mempersiapkan hati dalam menyambut peringatan pengorbanan Yesus Kristus.

“Paskah semakin dekat. Ini bukan hanya tentang perayaan, tetapi tentang pembaruan iman kita. Sama seperti gereja ini sedang direnovasi, hati kita juga harus direnovasi agar semakin dekat dengan Tuhan,” ujar Pendeta T.M.T. Simamora, M.Th.

Baca Juga :  Ara Sahara Runner-up Puteri Ekowisata Jawa Tengah 2023 Ingin Rekaman Nyanyi

Bapak Pendeta Pendeta T.M.T. Simamora, M.Th. menutup khotbah dengan pesan penuh harapan: “Sebagaimana Yeremia berani menyampaikan kebenaran, kita juga harus tetap teguh dalam iman. Jangan hanya mengikuti tren dunia, tetapi ikutilah jalan Tuhan. Mari kita siapkan hati untuk menyambut Paskah dengan iman yang diperbaharui. Tuhan adalah pengharapan kita, sekarang dan selamanya!”

Pengharapan Sejati di Tengah Renovasi Gereja GKPI Jemaat Khusus Immanuel Pematangsiantar

Jemaat yang hadir dengan penuh semangat bersekutu mendengarkan firman Tuhan, meskipun kondisi tempat ibadah sementara sederhana. Nyanyian pujian mengalun dengan merdu, menciptakan suasana yang penuh sukacita.

Renovasi GKPI Jemaat Khusus Immanuel tidak menghalangi semangat jemaat untuk beribadah. Bahkan, mereka semakin merasakan kebersamaan dalam iman. Meskipun Pembangunan renovasi GKPI Jemaat Khusus Immanuel masih berjalan, semangat jemaat tetap tinggi. Mereka percaya bahwa bukan hanya gedung gereja yang diperbarui, tetapi juga iman mereka kepada Tuhan.

Seorang jemaat GKPI Jemaat Khusus Immanuel, mengungkapkan, “Meskipun kami beribadah di luar ruangan, firman Tuhan tetap menguatkan kami. Renovasi ini mengingatkan kami bahwa iman pun harus terus diperbarui.”

Ibadah Minggu Septuagesima berlangsung dengan penuh sukacita, ditutup dengan doa syafaat dan pujian bersama. Jemaat meninggalkan tempat ibadah dengan hati penuh pengharapan, yakin bahwa baik pembangunan gereja maupun iman mereka akan terus diperbarui oleh Tuhan.

Pengharapan Sejati di Tengah Renovasi Gereja GKPI Jemaat Khusus Immanuel Pematangsiantar

Bagi jemaat dan donatur yang tergerak untuk memberikan bantuan bagi renovasi GKPI Jemaat Khusus Immanuel Pematangsiantar, dapat menyalurkan donasi melalui:

Rekening Donasi:
🏦 Bank: Bank SUMUT
💳 Nomor Rekening: 22002040465521
📌 Atas Nama: PANPEM GKPI JK Immanuel

Setiap dukungan yang diberikan, baik besar maupun kecil, akan sangat berarti bagi pembangunan rumah Tuhan. Tuhan memberkati setiap tangan yang memberi dengan sukacita.

“Dan rumah yang hendak kudirikan itu harus besar, sebab Allah kita lebih besar dari segala allah. Tetapi siapakah yang mampu mendirikan rumah bagi-Nya, karena langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidak dapat memuat Dia? Dan siapakah aku ini, sehingga aku mampu mendirikan rumah bagi-Nya, kecuali hanya untuk membakar korban di hadapan-Nya?”

(2 Tawarikh 2:5-6)

Tuhan memberkati!

Baca Juga :  PEKA (Pemerhati kebijakan publik pemerintah dan Advokasi),Desak Copot Kepala Badan Kesatuan Bangsa Dan politik (Kesbangpol) Kota Palembang

 

(VIP)