Pergilah!

Pergilah!

SEMANGAT PAGI, mediasumatera. id – apakah anda sehat? Jangan lupa untuk selalu mengucapkan syukur kepada Tuhan, apapun situasi anda. Sebab, dengan selalu mengucapkan syukur kepada Tuhan, maka hidup anda akan bahagia.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 10: 1 – 12, yakni tentang Yesus mengutus tujuh puluh murid. Mereka diutus Yesus berdua-dua, untuk: pergi mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Para murid diutus untuk pergilah atau pergi, berarti para murid meninggalkan zona nyaman. Yesus berkata: ” Aku mengutus kalian seperti anak domba ke tengah-tengah serigala”. Itu artinya para murid diuji iman dan kepercayaan mereka kepada Yesus. Namun demikian, Yesus tidak membiarkan mereka sendirian, melainkan Yesus turut serta dalam tugas perutusan itu melalui Roh Kudus yang dicurahkan kepada para murid-Nya sebelum mereka diutus untuk pergi.

Pertanyaannya adalah apa isi tugas perutusan para murid Yesus itu? Isi tugas perutusan itu adalah pergi untuk mewartakan Kerajaan Allah sudah dekat, yang diwujudkan lewat damai sejahtera yang dibawakan oleh para murid Yesus. Damai sejahtera bukan berasal atau bersumber dari para murid Yesus, melainkan berasal atau bersumber dari Yesus yang memberikan perintah untuk mereka pergi. Sebab, Yesus adalah pokok damai sejati. Dan salah satu ciri Kerajaan Allah adalah adanya damai atau kedamaian atau kesejahteraan dalam hidup. Oleh karena itu, jika kita hidup dalam suasana damai atau kedamaian atau kesejahteraan, maka kita sudah mengalami Kerajaan Allah. Kerajaan Allah juga diwujudkan lewat penyembuhan terhadap orang-orang sakit. Para murid tidak memiliki kuasa untuk menyembuhkan, melainkan Yesus-lah yang memiliki kuasa itu. Para murid hanyalah alat di tangan Tuhan. Namun, para murid Yesus telah menghadirkan Kerajaan Allah itu dengan menyembuhkan orang-orang sakit.

Baca Juga :  Judul renungan hari ini: Dengarkan Dan Camkanlah

Bagaimana dengan kita? Sebagai murid dan pengikut Yesus, kita pun memiliki tugas perutusan yang sama, yakni untuk pergi mewartakan Kerajaan Allah. Maka, ketika kita diutus untuk pergi, berarti kita juga harus bisa meninggalkan zona nyaman kita. Itu artinya kita harus menjadi manusia baru. Dengan menjadi manusia baru, kita harus mewartakan Kerajaan Allah melalui kesaksian hidup, sikap, perilaku, tutur kata dan perbuatan yang baru, yang membuat hidup orang lain nyaman, merasa damai, merasa tenang, merasa ketenteraman, merasa kagum, merasa terpesona dengan cara pembawaan diri kita. Mulai dari keluarga, komunitas dan di tempat kerja kita. Jika itu yang terjadi, maka kita telah menghadirkan atau menciptakan Kerajaan Allah di dunia. Ingatlah, Tuhan turut serta dalam tugas perutusan kita itu untuk pergilah atau pergi mewartakan Kerajaan Allah. Rasakan dan sadarilah kehadiran-Nya. Semoga demikian.