SALVE, mediasumatera.id – bagimu para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Apakah Anda telah mengembangkan kemampuan, bakat dan keterampilan yang Tuhan berikan kepada Anda, sehingga Anda menjadi produktif? Atau Anda tidak mau dan malas untuk mengembangkannya? Jika demikian, maka Anda dan saya menjadi pribadi yang malas dan jahat seperti hamba yang menyimpan mina dalam sapu tangannya.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 19: 11 – 28, yakni perumpamaan tentang uang mina. Perumpamaan ini mengingatkan kita bahwa setiap orang yang percaya menerima satu mina yang sama dari Tuhan. Mina bukan hanya soal uang, melainkan melambangkan segala karunia, kesempatan, kemampuan, waktu, kekayaan, dan firman Tuhan yang telah Allah percayakan kepada kita.
Artinya, setiap kita memiliki akses yang setara kepada keselamatan dan panggilan untuk melayani Kerajaan Allah. Perbedaan hanya terletak pada kapasitas, bakat, dan keterampilan masing-masing. Namun, Tuhan memberi kebebasan kepada kita untuk mengelola dan mengembangkan apa yang sudah Ia berikan. Pertama Hamba pertama dan kedua menjadi teladan: mereka produktif, berani mengembangkan mina, dan menunjukkan growth mindset. _ Kedua_ Hamba ketiga justru disebut malas dan jahat. Ia menyalahkan tuannya, berpikir negatif, dan menutupi kemalasannya dengan alasan. Inilah gambaran fixed mindset: takut, pasif, dan tidak mau berkembang.
Bagaimana dengan kita? Sebagai murid dan pengikut Yesus, apakah kita menjadi pribadi yang malas dan jahat, yang seringkali menyalahkan dan menjelek-jelekan orang lain seperti hamba yang ketiga atau hamba yang produktif yang selalu berpikir positif dan tidak cepat menyalahkan orang lain? Tuhan tidak menilai dari jumlah atau kuantitas hasil, melainkan dari proses yang berkualitas. Proses yang berkualitas disertai kesetiaan, ketekunan, tidak akan mengkhianati hasil yang berkualitas. Maka, mari kita menjadi pribadi yang produktif, yang terus bertumbuh, mengembangkan kehidupan rohani atau spiritual, talenta, waktu, dan kesempatan yang Tuhan berikan. Jangan biarkan kemalasan dan pikiran negatif menghalangi kita untuk setia dalam panggilan-Nya.
Pertanyaan Refleksi:
1. Bagaimana saya selama ini mengelola “mina” yang Tuhan percayakan kepada saya, apakah sudah produktif atau masih disimpan tanpa dikembangkan?
2. Apakah saya memiliki pola pikir yang bertumbuh (growth mindset) seperti hamba pertama dan kedua, atau justru pola pikir yang tetap (fixed mindset) seperti hamba ketiga?
3. Dalam hal apa saya perlu lebih setia dan berani untuk mengembangkan karunia, waktu, dan kesempatan yang Tuhan berikan?
Doa singkat:
Tuhan, ajarilah kami untuk setia mengelola setiap karunia dan kesempatan yang Engkau berikan. Jauhkan kami dari sikap malas dan jahat, dan bentuklah kami menjadi hamba yang produktif, yang terus bertumbuh dalam iman dan pelayanan. Amin.



