PALEMBANG, mediasumatera.id — Dalam upaya menekan angka kejadian kanker leher rahim (kanker serviks) pada wanita, Puskesmas Kenten menerjunkan tim tenaga kesehatan untuk melaksanakan program imunisasi Human Papillomavirus (HPV) yang menyasar anak usia sekolah. Salah satunya diikuti oleh peserta didik perempuan kelas IX SMP Kusuma Bangsa Palembang yang berlokasi di Jln Residen H Rozak 8 Ilir Palembang yang diikuti 40 – an peserta didik pada Jumat, 4 September 2026 pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen layanan kesehatan primer dalam memberikan perlindungan investasi kesehatan jangka panjang bagi generasi muda.

Dokter Pelaksana dari Puskesmas Kenten, dr. Riska, menyampaikan bahwa imunisasi HPV ini bertujuan utama untuk memberikan perlindungan dini sebelum seseorang terpapar risiko infeksi virus HPV. Turut mendampingi dalam kegiatan operasional lapangan ini, tiga staf medis Puskesmas Kenten, yakni Cici, Anita, dan Era.
Pentingnya Proteksi Dini Melalui Vaksinasi HPV
Human Papillomavirus (HPV) merupakan kelompok virus yang umum dan dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari infeksi kulit hingga kondisi serius seperti penyakit organ reproduksi wanita. Salah satu dampak paling berbahaya dari infeksi strain HPV tertentu adalah memicu timbulnya kanker leher rahim atau kanker serviks.

“Tujuan utama pemberian imunisasi ini adalah sebagai langkah pencegahan (preventif). Vaksinasi tidak hanya bertujuan agar seseorang bebas dari penyakit secara instan, melainkan untuk merangsang pembentukan antibodi di dalam tubuh. Dengan terbentuknya antibodi sejak dini, tubuh memiliki sistem pertahanan yang kuat sehingga tidak mudah terpapar atau terinfeksi virus HPV di masa mendatang,” ujar dr. Riska di sela-sela kegiatan.
Sasar Usia Sekolah Sebagai Momen Terbaik
Pemberian vaksin HPV pada anak-anak usia sekolah, khususnya rentang usia 9 hingga 14 tahun, dipandang sebagai momentum paling efektif. Pada kelompok usia ini, vaksinasi cukup diberikan dalam dosis yang lebih efisien (sesuai panduan medis nasional) untuk menghasilkan respon imun yang optimal.

“Mengapa targetnya anak-anak usia sekolah? Karena masa ini adalah waktu terbaik pemberian vaksin, yaitu sebelum ada potensi paparan virus HPV. Jika imunisasi sudah dituntaskan pada masa sekolah, mereka sudah memiliki perlindungan dasar dan tidak perlu mengulangi siklus vaksinasi dasar tersebut saat beranjak dewasa,” tambah dr. Riska.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa kebutuhan dosis vaksin akan berbeda jika diberikan pada usia produktif (misalnya usia 20-an tahun ke atas). Pada usia dewasa, pemberian vaksin memerlukan regimen dosis yang lebih banyak dan jadwal pemberian berkala yang khusus. Oleh karena itu, optimalisasi pemberian vaksin pada usia sekolah menjadi langkah efisiensi kesehatan masyarakat yang sangat krusial.
Selain program imunisasi di sekolah, pihak Puskesmas Kenten juga mengimbau pentingnya skrining dan pencegahan HPV bagi calon pengantin (Caten). Melalui program pemeriksaan rutin pra-nikah di Puskesmas, para calon pengantin wanita akan diperiksa riwayat imunisasinya.

Apabila calon pengantin belum pernah mendapatkan vaksinasi HPV pada masa sekolah, pihak medis akan melakukan evaluasi kondisi kesehatan umum serta pemeriksaan laboratorium lengkap (termasuk skrining pencegahan penyakit menular/triple eliminasi). Jika kondisi calon pengantin stabil dan memungkinkan, pemberian imunisasi HPV susulan dapat dilakukan.
Melalui sinergi program imunisasi sekolah dan edukasi pra-nikah ini, Puskesmas Kenten berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya kanker serviks terus meningkat, sehingga angka kejadian kanker leher rahim di Indonesia dapat ditekan secara signifikan.(daris)







