Renungan hari ini: Bahaya Rasa Tersinggung dan Hati Dendam

Renungan hari ini: Bahaya Rasa Tersinggung dan Hati Dendam
Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK

mediasumatera.id – DAMAI SEJAHTERA bagimu para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Apakah Anda pernah menegur atau mengkritik atau juga ditegur atau dikritik? Bagaimana perasaan Anda? Pada hari ini Gereja Katolik sejagat memperingati Santo Paulus Miki, Imam dan Kawan-kawan Martir.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Markus 6: 14 – 29, yakni Yohanes Pembaptis dibunuh. Dalam bacaan Injil hari ini, Yohanes berani menegur Herodes: “Tidak halal engkau mengambil istri saudaramu!” Teguran itu membuat Herodes tersinggung, namun ia masih menghormati sang nabi. Berbeda dengan Herodias, tersinggungnya berubah menjadi dendam. Ia memelihara luka, menunggu saat, hingga akhirnya suara kebenaran itu dibungkam selamanya. Kisah ini menyingkap bahaya besar: tersinggung yang tidak diolah bisa menjadi racun dendam. Herodes masih mau mendengar, tetapi Herodias memilih membalas. Dalam hidup kita, berapa kali kita menjadi “Herodias kecil”, menyimpan sakit HATI, merencanakan balasan, atau membunuh karakter orang lain dalam HATI? Atau menjadi “Herodes”, tahu yang benar, tetapi karena gengsi dan tekanan, kita membiarkan ketidakadilan terjadi?
Teguran memang tidak nyaman, tetapi ia adalah cermin KASIH Tuhan agar kita tidak terus salah jalan. Kuncinya adalah kerendahan HATI: HATI yang mau dikoreksi, HATI yang dewasa membedakan kritik untuk kebaikan dari serangan pribadi. *Amsal 9:8* berkata: “Berilah orang bijak nasihat, maka ia akan menjadi lebih bijak.” Mari kita periksa HATI: adakah dendam yang masih kita simpan? Adakah suara kebenaran yang kita abaikan? Bebaskan diri dari penjara sakit HATI, sebab hanya HATI yang lembutlah yang bertumbuh.

*Pesan Untuk Kita*

Jangan biarkan rasa tersinggung menjadikan kita tawanan dendam. Belajarlah membuka HATI pada teguran, kritik, sebab di balik kata yang pedas sering tersembunyi KASIH yang menyelamatkan. HATI yang rendah akan bertumbuh, HATI yang dendam akan hancur. Pilihan ada di tangan kita: mau jadi Herodes yang masih mendengar, atau Herodias yang membungkam kebenaran?

Baca Juga :  Ikatlah Pinggangmu

*Pertanyaan refleksi*

1. Ketika menerima teguran atau kritik, apakah saya lebih sering membuka hati untuk belajar, atau justru menyimpan sakit hati dan dendam?
2. Adakah situasi dalam hidup saya di mana gengsi atau tekanan sosial membuat saya membiarkan ketidakbenaran terjadi?
3. Langkah apa yang bisa saya ambil hari ini untuk melepaskan rasa tersinggung dan membangun HATI yang rendah serta lembut?
*Selamat berefleksi*🙏🙏

*Doa Singkat*

Tuhan yang penuh KASIH, ajarilah kami memiliki HATI yang rendah dan lembut,
agar tidak mudah tersinggung, apalagi menyimpan dendam.
Berikan keberanian untuk menerima teguran sebagai jalan kebenaran, dan kekuatan untuk melepaskan sakit HATI.
Biarlah hidup kami memancarkan KASIH -Mu, bukan kebencian, melainkan damai dan pertumbuhan. Amin.