Renungan hari ini: Dipanggil Bukan Karena Kita Kudus, Tetapi Agar Kita Bertobat

Renungan hari ini: Dipanggil Bukan Karena Kita Kudus, Tetapi Agar Kita Bertobat

mediasumtera.id – DAMAI SEJAHTERA, bagimu para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Tidak ada satu pun manusia di muka bumi ini, yang lahir dari rahim seorang ibu langsung menjadi kudus. Namun, Tuhan memanggil kita, bukan pertama-tama karena kita kudus, melainkan kita dipanggil agar kita bertobat.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 5: 27 – 32, yakni Lewi pemungut cukai mengikut Yesus. Para saudara, coba bayangkan meja cukai: hiruk-pikuk uang, tipu daya, dan desah orang tertindas. Di tengah suasana itu Yesus berhenti, menatap Lewi, lalu berkata: “Ikutlah Aku!” Dua kata sederhana, namun penuh kuasa. Yesus tidak menunggu Lewi bertobat dulu. Ia memanggilnya saat masih duduk di kursi dosanya. Inilah kabar baik, bahwa kita pun dipanggil bukan karena kita sudah kudus, melainkan supaya kita bertobat. Panggilan-Nya adalah KASIH karunia yang mendahului segalanya. Sebab, saat dipanggil, hidup berubah, meja cukai yang identik dengan dosa berubah menjadi meja perjamuan. Lewi yang dulu mengambil, kini memberi. Pertobatan sejati bukan hasil usaha manusia, melainkan respons pada KASIH Yesus yang lebih dahulu menyentuh HATI. Oleh karena itu, berdiri dan meninggalkan
segalanya yang ditunjukan oleh Lewi adalah contoh sikap pertobatan: siap dan berani melepaskan: kemalasan, kerakusan, ketamakan, keserakahan, kesombongan, ketidakdisiplinan dalam hidup rohani, ogah berubah alias hidup dalam zona nyaman, kebiasaan lama, dan pegangan duniawi. Ingat, tanpa meninggalkan manusia lama, kita tak bisa mengenakan manusia yang baru. Maka, masa
Prapaskah adalah: saat mendengar panggilan Tuhan lagi. Bahwa Yesus kembali berkata kepada kita: “Ikutlah Aku!” Apa yang perlu kita tinggalkan Kemalasan, kesombongan, kerakusan, zona nyaman hidup kita, dan semua itu adalah “meja cukai” kita. Puasa, doa, dan sedekah hanyalah sarana untuk melatih HATI agar bebas dari ikatan itu. Bahwa
tujuan akhir dari panggilan Yesus, seperti yang dialami oleh Lewi adalah Lewi yang dulu dijauhi, akhirnya duduk bersama Yesus. Demikian juga kita: dipanggil, teristimewa di masa prapaskah ini, lewat puasa dan pantang, bukan karena kita sudah menjadi kudus, tetapi agar kita bertobat, lalu dipersatukan dengan Sang Guru Agung dalam KASIH yang kekal. Kuncinya adalah HATI kita terbuka untuk mendengarkan panggilan-Nya, teristimewa di masa prapaskah ini.

Baca Juga :  *Jangan Bersumpah Palsu*

Pertanyaan refleksi

1. Apa “meja cukai” dalam hidup saya saat ini, hal: kebiasaan, atau zona nyaman yang membuat saya jauh dari Tuhan, tetapi yang justru sedang Ia datangi untuk memanggil saya?
2. Apakah saya berani berdiri dan meninggalkan sesuatu yang selama ini menjadi pegangan, demi mengikuti Yesus dengan lebih sungguh?
3. Bagaimana doa, puasa, dan sedekah dapat menjadi sarana nyata bagi saya untuk melepaskan ikatan lama dan membuka HATI bagi pertobatan sejati?
Selamat berefleksi… dan selamat berakhir pekan🙏🙏

Doa Singkat

Tuhan Yesus, Engkau memanggil Lewi bukan karena ia sudah kudus, tetapi agar ia bertobat. Demikian juga Engkau memanggil kami di tengah kelemahan dan dosa kami. Berilah kami keberanian untuk berdiri, meninggalkan “meja cukai” kami, dan mengikuti-Mu dengan HATI yang baru. Semoga masa Prapaskah ini menjadi kesempatan untuk semakin dekat dengan-Mu, hidup dalam KASIH dan pertobatan sejati. Amin.