mediasumatera.id – Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Hidup kita adalah sebuah penantian yang pasti, namun entah kapan kembali ke rumah besar untuk semua orang. Tuhan Sang pemilik kehidupan akan menjemput kita semua, untuk kembali. Maka akan bijaksana kalau kita menanti Kedatangan-Nya dalam keadaan yang sudah SIAP, namun bukan malas-malasan.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 12: 39 – 48, yakni
kewaspadaan. Para saudaraku, kita semua terbiasa menanti sesuatu yang penting. Saat menanti orang yang kita kasihi, kita tidak hanya menunggu, tetapi juga bersiap. Ada kerinduan yang membuat HATI tetap berjaga. Dalam Injil hari ini, Yesus mengajak kita untuk memiliki sikap yang sama terhadap kedatangan-Nya. Ia mengingatkan bahwa Anak Manusia akan datang pada saat yang tidak kita duga. Karena itu, yang dituntut dari kita bukanlah mengetahui kapan waktunya, melainkan hidup dalam kesiapan setiap saat. Tantangan terbesar manusia modern bukanlah kurangnya aktivitas, melainkan terlalu banyak kesibukan. Hari-hari kita dipenuhi pekerjaan, rapat, target, urusan keluarga, dan berbagai tuntutan hidup. Kita bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan jasmani: mencari nafkah, membangun karier, menata masa depan, dan menyediakan kenyamanan hidup. Semua itu baik dan perlu. Namun di tengah kesibukan tersebut, sering kali jiwa kita justru dibiarkan lapar.
Kita meluangkan waktu untuk makan, berolahraga, dan menjaga kesehatan tubuh, tetapi tidak selalu menyediakan waktu yang cukup untuk berdoa, membaca Kitab Suci, beribadah, atau berdiam diri di hadapan Tuhan. Kita begitu sibuk mempersiapkan hidup, tetapi kadang lupa mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Dia yang memberi hidup. Itulah yang digambarkan Yesus melalui dua hamba. Hamba yang setia tetap mengerjakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab meskipun tuannya belum datang. Sebaliknya, hamba yang lalai atau malas mulai hidup semaunya karena merasa masih ada banyak waktu. Akar masalahnya bukan pada tindakannya semata, melainkan pada sikap hatinya yang tidak lagi berjaga. Bukankah sikap itu juga kerap hadir dalam hidup kita? Kita menunda pertobatan, menunda pengampunan, menunda doa, ibadat dan ekaristi serta menunda melakukan kebaikan karena merasa masih ada hari esok. Padahal tidak seorang pun tahu kapan kesempatan itu berakhir. Kabar baiknya, Tuhan tidak menuntut kita hidup dalam ketakutan. Ia hanya meminta kita tetap setia. Kesiapan kristiani bukanlah kecemasan menunggu hukuman, melainkan kesetiaan dalam menjalani panggilan hidup sehari-hari. Setia berdoa, ibadat dan ekaristi, setia mengasihi, setia bekerja dengan jujur, dan setia melayani sesama. Dengan cara itulah kita menanti kedatangan-Nya. Maka pertanyaan yang layak kita renungkan hari ini bukanlah, “Kapan Tuhan akan datang?” melainkan, “Jika Tuhan datang hari ini, apakah Ia menemukan aku sedang hidup setia kepada-Nya?”
Karena pada akhirnya, hidup ini adalah titipan, dan Sang Pemilik akan datang pada waktunya. Berbahagialah mereka yang didapati tetap berjaga dan SETIA.
Pesan Untuk Kita’
Para saudaraku, di zaman yang sibuk ini, kita mudah memberi makan tubuh, tetapi lupa memberi makan jiwa. Kita mengejar banyak hal yang penting, tetapi jangan sampai melupakan Yang Mahapenting.
Ingatlah:
* Tubuh yang kenyang tidak selalu berarti jiwa yang sehat.
* Kesibukan bukan ukuran keberhasilan di hadapan Tuhan.
* Kesetiaan hari ini adalah persiapan terbaik untuk menyambut kedatangan-Nya.
Karena suatu hari pekerjaan akan selesai, jabatan akan berakhir, dan semua urusan dunia akan berlalu. Yang akan diperhitungkan bukanlah seberapa sibuk kita, melainkan seberapa setia kita.
Maka jangan hanya bekerja untuk hidup. Jangan hanya memenuhi kebutuhan jasmani. Sediakan juga waktu untuk memberi makan jiwa melalui doa, Sabda Tuhan, dan karya KASIH. Sebab orang yang benar-benar menanti Tuhan tidak hanya sibuk menjalani hidup, tetapi juga setia mempersiapkan diri untuk berjumpa dengan-Nya.
“Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang.” (Luk. 12:37)
Pertanyaan Refleksi
1. Apakah saya masih meluangkan waktu setiap hari untuk berdoa, beribadat dan ekaristi serta dekat dengan Tuhan?
2. Apa yang selama ini saya tunda untuk dilakukan demi Tuhan dan sesama?
3. Jika Tuhan datang hari ini, apakah saya SIAP menyambut-Nya dengan hidup yang setia?
Selamat berefleksi🙏🙏
Doa Singkat
Doa Singkat
Tuhan Yesus, bantulah kami untuk tetap setia dan berjaga di tengah kesibukan hidup. Jangan biarkan kami terlena oleh urusan duniawi dan melupakan kebutuhan jiwa kami. Semoga kami selalu siap menyambut kedatangan-Mu dengan HATI yang penuh iman, harapan, dan KASIH. Amin.





