Renungan hari ini: Menerima Kembali 100 Kali Lipat

Renungan hari ini: Menerima Kembali 100 Kali Lipat

mediasumatera.id – Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Setiap kita pasti ingin menjadi kaya secara materi. Tetapi jangan lupa kita harus kaya secara rohani. Kita harus seimbangkan keduanya, jangan sampai mengabaikan salahsatunya dan hanya fokus pada salah satunya. Untuk itu, yang harus kita miliki adalah sikap lepas bebas, artinya jangan terlalu terikat pada salah satunya. Kuncinya adalah menyeimbangkan. Pada hari ini Gereja Katolik sejagat memperingati Santo Filipus Neri, Imam.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Markus 10: 28 – 31, yakni upah mengikut Yesus. Para saudaraku,
Petrus berkata: “Kami telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau.” Yesus menjawab dengan janji yang mengejutkan: siapa pun yang melepaskan demi Injil akan menerima kembali seratus kali lipat, disertai salib, dan akhirnya hidup kekal. Seratus kali lipat bukanlah kekayaan duniawi, melainkan kelimpahan rohani: keluarga iman yang hangat, rumah doa yang meneduhkan, damai sejahtera yang melampaui akal. Namun semua itu menuntut pelepasan total. Sebab Yesus berkata: “Di mana hartamu berada, di situ pula hatimu berada.” (Mat. 6: 21). Jika HATI melekat pada harta dunia, sulit bagi kita menerima harta surgawi. Yesus bersabda: Apa gunanya memperoleh seluruh dunia, tetapi kehilangan jiwa? (Luk. 9: 25). Ingatlah , dunia bisa memberi pesta mewah, tetapi tanpa sukacita sejati. Murid Kristus dipanggil untuk kaya dalam iman, saudara seiman, dan sukacita yang stabil, itulah seratus kali lipat yang sejati.

Pesan Untuk Kita

Para saudaraku, jangan takut untuk melepaskan. Setiap genggaman yang dibuka dari harta duniawi adalah telapak tangan yang siap menerima kelimpahan surgawi. Tuhan tidak pernah berutang: setiap pelepasan karena Injil diganti dengan damai, sukacita, dan hidup kekal. Salib yang terasa berat sudah dipikul-Nya lebih dulu; kita hanya memikul kehadiran-Nya.
Maka, beranilah melepaskan, dari segala bentuk kelekatan dan kenikmatan duniawi, yang sifatnya semu dan sementara, serta bersiaplah untuk menerima seratus kali lipat, kelimpahan yang tidak bisa diukur dengan neraca dunia, namun hanya dengan sukacita jiwa yang hidup dalam Kristus.

Baca Juga :  Celakalah

Pertanyaan Refleksi

1. Apa harta duniawi yang paling sulit saya lepaskan, dan bagaimana hal itu menghalangi HATI saya menerima harta rohani?
2. Bagaimana pengalaman salib dalam hidup saya justru membuka jalan menuju sukacita dan kelimpahan seratus kali lipat?
3. Apakah saya lebih sibuk mengejar dunia daripada menjaga jiwa, sehingga berisiko “memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan jiwa”?

Selamat berefleksi🙏🙏

Doa Singkat

Tuhan Yesus, ajarilah aku melepaskan segala kelekatan duniawi, agar hatiku bebas menerima harta surgawi.
Di mana hartaku berada, di situ pula hatiku tertambat, maka ikatlah hatiku hanya pada-Mu. Jangan biarkan aku memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan jiwaku. Kuatkan aku memikul salib-Mu dengan sukacita, dan penuhi hidupku dengan kelimpahan seratus kali lipat: damai, iman, dan kasih yang tak tergoyahkan. Amin.