Renungan hari ini: Percaya Atau Binasa

Renungan hari ini: Percaya Atau Binasa

mediasumatera.id – Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus memberikan dua pilihan kepada kita. Pilih percaya atau binasa. Kalau pilih percaya kepada Kristus yang ditinggikan, maka kita akan diselamatkan atau akan beroleh hidup yang kekal. Dan sebaliknya, jika pilih untuk tidak percaya kepada-Nya, maka kita akan binasa. Jadi, pilihan ada pada kita. Pada hari ini Gereja Katolik sejagat merayakan pesta Pemuliaan Salib Suci.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 3: 13 – 17, yakni percakapan dengan Nikodemus. Para saudaraku, Nikodemus datang dalam gelap, membawa kegelisahan. Yesus menjawab dengan terang: “Karena begitu besar KASIH Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal.” Inilah inti Injil: percaya, atau binasa. Tidak ada jalan ketiga.Salib bukan kecelakaan, melainkan rencana keselamatan. Seperti ular tembaga di padang gurun, Kristus ditinggikan agar siapa yang memandang kepada-Nya dengan IMAN beroleh hidup. Tetapi manusia modern cenderung menghindari salib. Kita ingin BERKAT tanpa pertobatan, KEMULIAAN tanpa penderitaan, KRISTUS tanpa pengorbanan. Padahal justru di salib itulah keselamatan kita ditentukan. Salib Kristus adalah ukuran KASIH: berkorban demi sesama, MENGASIHI tanpa balasan, MELAYANI tanpa dihargai, MENGAMPUNI meski disakiti. Itulah salib yang menyelamatkan. Berbeda dengan salib para penjahat yang digantung bersama Yesus itu, akibat kebodohan dan dosa mereka. Salib Kristus adalah TANDA kemenangan, bukan KEKALAHAN. Dunia melihat kehinaan, Allah melihat takhta. Jalan menuju kebangkitan selalu melewati salib. Hari ini, pilihan itu ada di tangan kita. Percaya berarti hidup; menolak berarti binasa. Menghindari salib berarti kehilangan keselamatan. Memikul salib berarti berjalan menuju kemuliaan.

Pesan Untuk Kita

Para saudaraku, jangan hanya mengagumi salib dari jauh. Jangan hanya hafal Yohanes 3:16 tanpa hidup di dalamnya. Salib Kristus adalah jalan keselamatan, bukan sekadar simbol iman. Maka jangan menunda, jangan diam, jangan netral. Pilihlah percaya, pikullah salibmu, dan hiduplah dalam KASIH yang berkorban. Karena salib yang kita pikul hari ini bukan akhir, melainkan jalan menuju kebangkitan. Di ujung jalan itu ada Kristus yang menang, dan bersama Dia kita dimuliakan. Amin.

Pertanyaan Refleksi

1. Apakah saya sungguh memandang salib Kristus sebagai jalan keselamatan, atau hanya sebagai simbol iman yang indah tanpa saya pikul dalam hidup sehari-hari?
2. Dalam hal apa saya cenderung menghindari salib, menghindari pengorbanan, pelayanan, atau KASIH yang menuntut kerugian diri?
3. Jika percaya berarti hidup dan menolak berarti binasa, di manakah saya berdiri hari ini, apakah sungguh memilih percaya, atau masih menunda dan diam di wilayah abu-abu?

Selamat berefleksi🙏🙏

Doa Singkat

Tuhan Yesus,
Engkau telah ditinggikan di salib demi keselamatan kami. Ampunilah ketika kami sering menghindari salib, mencari jalan mudah, dan menolak pengorbanan. Ajarlah kami untuk percaya sepenuh HATI, memikul salib dengan KASIH, dan berkorban bagi sesama. Biarlah salib-Mu menjadi TANDA kemenangan dalam HIDUP kami, jalan menuju kebangkitan, dan sumber kekuatan setiap hari. Kami memilih percaya kepada-Mu, agar HIDUP kami tidak binasa, melainkan beroleh HIDUP yang kekal bersama-Mu. Amin.