mediasumatera.id – Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Hidup kita saat ini, tentunya sedang tidak baik-baik saja. Ada kecemasan, kegelisahan, kekhawatiran dan ketakutan karena sakit, penyakit, kesehatan, masa depan, keadaan ekonomi keluarga, pekerjaan, atau karya atau usaha kita tidak menunjukkan prospek yang bagus. Inilah hal-hal yang sering kita alami. Namun, pada hari Pentakosta ini, kita percaya dan yakin bahwa Allah tidak pernah meninggalkan kita, Dia selalu hadir melalui Roh Kudus-Nya, membawa damai sejahtera yang memampukan kita untuk menghadapi semua peristiwa apapun yang kita alami dan hadapi. Oleh karena itu, di hari Raya Pentakosta ini, mari kita membuka pintu HATI kita yang mungkin selama ini tertutup rapat, sehingga hidup kita terasa hampa, sepi, gelap dan kosong. Buka pintu HATI, biarkan Roh Kudus Allah bekerja dalam diri kita.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 20: 19 – 23, yakni Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Para saudaraku, ketakutan membuat para murid mengunci pintu rapat-rapat. Namun Yesus yang bangkit menembus dinding itu dan berdiri di tengah mereka. Kata pertama-Nya bukan teguran, melainkan: “Damai sejahtera bagimu.” Dua kali Ia mengucapkannya, sebagai suntikan rohani yang mematahkan belenggu ketakutan. Damai itu bukan sekadar penghiburan, melainkan pelepasan. Setelah damai meresap, Yesus memberi misi kepada mereka: “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga Aku mengutus kamu.” Lalu Ia menghembusi mereka: “ *Terimalah Roh Kudus*.” Satu napas Ilahi yang mengubah KETAKUTAN menjadi KEBERANIAN, dan KEBERANIAN menjadi KESAKSIAN.
Damai sejahtera dan Roh Kudus itu tetap dicurahkan hingga kini. Namun ada syarat: kita harus membuka pintu HATI yang terkunci. Yesus tidak memaksa, Ia menanti. Ketika HATI terbuka, damai masuk, Roh Kudus bekerja. Dan damai itu bukan hanya untuk diri kita, melainkan harus diwartakan, dan dibagikan mulai di keluarga, di komunitas, dan di tempat kerja, hingga di masyarakat.
Hadirnya Roh Kudus menjadikan kita pembawa kesejukan, bukan ketegangan; pembawa perdamaian, bukan perpecahan; pembawa keteduhan, bukan kegaduhan. Itulah buah Pentakosta, rahmat yang terus menghidupkan Gereja, hingga saat ini melalui diri kita para murid Yesus.
*Pesan Untuk Kita*
Para saudaraku, mari bukalah pintu hatimu yang terkunci, biarkan damai Kristus masuk dan Roh Kudus berhembus. Saat napas Ilahi itu mengubahmu, engkau dipanggil bukan untuk menjadi sempurna, melainkan menjadi SAKSI yang menghadirkan damai. Dunia tidak menanti kesempurnaanmu, tetapi kehadiranmu yang membawa KETEDUHAN, KEBERANIAN, dan KASIH bagi dunia, lebih khusus dunia sekitarmu.”
*Pertanyaan Refleksi*
1. Apakah pintu HATI saya masih terkunci oleh rasa takut atau kekhawatiran, sehingga damai Kristus belum sepenuhnya masuk?
2. Bagaimana saya memberi ruang bagi Roh Kudus untuk bekerja, mengubah kelemahan saya menjadi keberanian dan kesaksian hidup?
3. Apakah kehadiran saya di keluarga, komunitas, dan tempat kerja sudah membawa kesejukan, keteduhan, serta perdamaian bagi sesama?
*Selamat berefleksi..& selamat berhari Minggu, hari Raya Pentakosta*
*Doa Singkat*
Tuhan Yesus, aku membuka pintu hatiku yang selama ini terkunci oleh ketakutan. Masuklah dengan damai-Mu, curahkanlah Roh Kudus-Mu atas diriku. Jadikan aku SAKSI yang menghadirkan kesejukan di keluarga, keteduhan di komunitas, dan perdamaian di tengah masyarakat. Amin.



