Renungan hari ini: Tuhan Memerlukannya

Renungan hari ini: Tuhan Memerlukannya
Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK

mediasumatera.idPax Vobiscum para saudaraku ytk.dalam Kristus Tuhan. Sadarkah kita bahwa segala sesuatu yang kita miliki adalah milik Tuhan? Termasuk juga diri kita. Tuhan selalu memerlukan dan memakaikan hidup kita untuk “dinaiki-Nya”, layaknya seekor keledai yang ditunggangi-Nya. Pada hari ini Gereja Katolik sejagat merayakan hari Minggu Palma.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 21: 1 – 11, yakni Yesus dielu-elukan di Yerusalem. Dalam bacaan Injil hari ini, kita mendengar bahwa Yesus tidak memilih kuda kerajaan atau kereta perang, melainkan seekor keledai sederhana, saat Ia memasuki kota Yerusalem sebagai Raja, namun bukan raja dunia, melainkan Raja Surga. Keledai adalah hewan biasa, tanpa keistimewaan, namun dipakai untuk ditunggangi Sang Raja Semesta. Pesan ini jelas bahwa Tuhan tidak mencari yang hebat, gagah, menurut ukuran dunia, melainkan yang rela tersedia. Keledai itu tidak melakukan hal yang spektakuler. Ia hanya membiarkan Yesus menaikinya. Namun melalui kesederhanaannya, nubuat digenapi dan kemuliaan Allah dinyatakan. Demikian juga kita: Tuhan tidak menuntut kemewahan, Ia hanya mencari HATI yang bersedia dipakai oleh-Nya. Setelah peristiwa itu, keledai kembali ke kehidupannya yang biasa. Ia tidak menuntut pengakuan, penghargaan, tetapi telah menjadi bagian dari sejarah keselamatan. Begitu pula dengan kita, kita dipakai Tuhan bukan untuk kemuliaan diri, atau bukan untuk sebuah popularitas diri, melainkan agar nama Tuhan semakin dikenal dan dimuliakan.

*Pesan Untuk Kita*

Para saudaraku, “Tuhan memerlukannya.” Bukan karena kita hebat, tetapi karena kita adalah milik-Nya. Segala yang kita punyai: waktu, tenaga, pikiran, hati, tangan, kaki, semuanya berasal dari Tuhan dan untuk Tuhan. Ia memerlukan waktu kita untuk berdoa, beribadat, dan ekaristi. Ia memerlukan tenaga kita untuk pelayanan di lingkungan, KUB, dan Gereja. Ia memerlukan tangan kita untuk menolong sesama, pikiran dan HATI kita untuk berempati, serta kaki kita untuk melangkah mewartakan kebaikan. Tuhan tidak mencari orang yang luar biasa, orang yang hebat, melainkan Ia mencari orang sederhana, orang yang rendah HATI, yang rela dan tersedia. Oleh karena kita adalah milik-Nya, maka mari biarkan hidup kita menjadi kendaraan bagi-Nya, agar kemuliaan-Nya nyata melalui diri kita.

Baca Juga :  Merasa Tidak Layak Di hadapan Tuhan

*Pertanyaan refleksi*

1. Apakah saya sungguh menyadari bahwa segala sesuatu yang saya miliki: waktu, tenaga, pikiran, hati, tangan, dan kaki, adalah milik Tuhan, dan siap dipakai untuk kemuliaan-Nya?
2. Dalam hal apa saya bisa lebih rela dan tersedia, meski sederhana, agar Tuhan dapat memakai hidup saya untuk pelayanan di Gereja maupun menolong sesama?
3. Bagaimana saya dapat membiarkan Tuhan “menaiki” hidup saya setiap hari, sehingga melalui kesederhanaan saya, kebaikan dan kasih-Nya semakin nyata bagi orang lain?
*Selamat berefleksi..& selamat Hari Minggu Palma*🙏🙏

*Doa Singkat*

Tuhan Yesus,
Engkau memilih keledai sederhana untuk menggenapi karya keselamatan-Mu. Hari ini Engkau juga memerlukan kami, bukan karena kami hebat, tetapi karena kami adalah milik-Mu.
Pakailah waktu kami untuk berdoa, beribadat, dan ekaristi. Pakailah tenaga kami untuk pelayanan di Gereja dan lingkungan. Pakailah tangan kami untuk menolong sesama, pikiran dan hati kami untuk berempati, serta kaki kami untuk melangkah mewartakan kebaikan. Kami rela dan sedia, agar melalui hidup kami, kemuliaan-Mu semakin nyata. Amin.