PALEMBANG, mediasumatera.id – Menjelang Pesta Pelindung Paroki pada 19 Maret mendatang, Bidang Persekutuan Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santo Yoseph Palembang menggelar seminar bertajuk “Santo Yoseph, Seorang Pria Tangguh Menghadapi Krisis”. Kegiatan yang berlangsung di Aula Serbaguna Santo Yoseph, Minggu (8/3/2026) ini, dihadiri sedikitnya 250 peserta yang datang dari berbagai daerah, termasuk dari luar Kota Palembang.
Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian syukur HUT ke-60 Paroki Santo Yoseph Palembang. Pastor Paroki Santo Yoseph Palembang, RD. Hyginus Gono Pratowo, menjelaskan bahwa acara ini bertujuan mengajak umat mengenal lebih dalam sosok suami Bunda Maria tersebut sebagai teladan iman.
“Acara ini kami dedikasikan kepada Santo Yoseph sebagai pelindung paroki. Selain seminar, kami juga mengadakan Novena Santo Yoseph, dan puncaknya pada 19 Maret nanti akan ada pemberkatan ruang devosi Santo Yoseph Tidur,” ujar Romo Gono dalam sambutannya.
Beliau menambahkan bahwa tahun ini merupakan Tahun Devosi yang menjadi kesempatan bagi umat untuk memperkaya rohani.
“Devosi Santo Yoseph Tidur mungkin belum populer di tempat kita, namun di negara lain sudah sangat dikenal. Kami bersyukur peserta hadir tidak hanya dari Palembang, tapi juga dari Prabumulih, Baturaja, Lampung, hingga Jakarta. Kita semua belajar menimba keistimewaan bapak Yoseph, pelindung Gereja bagi kita semua,” lanjutnya.
Meneladani Sosok Bapak Sejati
Seminar yang berlangsung antusias ini menghadirkan tiga pemateri utama yang membedah peran Santo Yoseph dari berbagai sudut pandang:
1. Ignasius Hendro Setiawan menyampaikan materi tentang Patris Corde: Memaparkan pemikiran Paus Fransiskus mengenai tujuh karakter Santo Yoseph, mulai dari bapak yang lembut, taat, hingga bapak yang berani secara kreatif.
2. Leonardus Anuar Salim: Mengupas peran Santo Yoseph sebagai imam dalam keluarga Nazareth yang melayani melalui doa dan kerendahan hati. Sesi ini juga diperkuat dengan kesaksian hidup dari Bobot, anggota komunitas Pria Sejati.
3. RP. C. Wahyu Tri Haryadi, SCJ: Membawakan materi “Dunia Membutuhkan Seorang Bapa”. Romo Wahyu menyoroti fenomena Fatherless (kehilangan sosok ayah) yang berdampak pada ketidakseimbangan hidup dan sulitnya memahami Allah sebagai Bapa.
“Dunia hari ini sangat membutuhkan sosok bapak. Melalui Santo Yoseph, kita belajar bagaimana kehadiran seorang ayah memberikan keseimbangan dalam hidup rohani maupun pertumbuhan keluarga,” ungkap Romo Wahyu.
Sepanjang acara yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 15.00 WIB ini, peserta terlibat aktif dalam sesi tanya jawab dengan para narasumber. Untuk memeriahkan suasana, panitia juga membagikan berbagai doorprize menarik bagi peserta yang beruntung.
Melalui seminar ini, Paroki Santo Yoseph Palembang berharap umat semakin terinspirasi untuk mengimplementasikan ketangguhan dan kesetiaan Santo Yoseph dalam menghadapi krisis kehidupan modern saat ini.(daris)







