Sambut Tahun Ajaran Baru, Yayasan Kusuma Bangsa Gelar Pelatihan Akbar: Dorong Guru Mengajar dengan Hati dan Seni Hypnoteaching

Sambut Tahun Ajaran Baru, Yayasan Kusuma Bangsa Gelar Pelatihan Akbar: Dorong Guru Mengajar dengan Hati dan Seni Hypnoteaching

PALEMBANG, mediasumatera.id – Menyambut tahun ajaran baru 2026/2027, Yayasan Kusuma Bangsa Palembang menggelar pelatihan intensif bagi seluruh jajaran guru TK, SD, SMP, dan SMA. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga pendidik agar proses pembelajaran berjalan optimal dan mampu mencetak generasi yang selaras dengan visi misi yayasan.
Pelatihan yang berfokus pada pendekatan humanis dan psikologi anak ini berlangsung di Ruang Teater Lantai 4 Kusuma Bangsa, Jl. Abdul Rozak, 8 Ilir, Palembang, pada Kamis (2/7/2026).

Sambut Tahun Ajaran Baru, Yayasan Kusuma Bangsa Gelar Pelatihan Akbar: Dorong Guru Mengajar dengan Hati dan Seni Hypnoteaching
Perwakilan Yayasan Kusuma Bangsa, Miss Cristie, dalam sambutan pembukanya menegaskan bahwa sekolah berkomunikasi penuh untuk memberikan fasilitas terbaik bagi guru dan siswa. Melalui pelatihan ini, para guru diharapkan mampu bertransformasi menjadi pendidik yang memiliki dedikasi tinggi serta semangat mengajar yang kredibel.
“Kami berupaya membentuk insan berintegritas. Sekolah Kusuma Bangsa berkomitmen agar siswa-siswi kita memiliki jiwa berkebangsaan tinggi, berintelektual, berbudaya, bermoral tinggi, serta mampu bersaing di tingkat global,” ujar Miss Cristie di hadapan para peserta.

Sambut Tahun Ajaran Baru, Yayasan Kusuma Bangsa Gelar Pelatihan Akbar: Dorong Guru Mengajar dengan Hati dan Seni Hypnoteaching

Pendekatan Humanis dan Seni Berkomunikasi
Pelatihan ini menghadirkan psikolog kondang Palembang, Gonny C. Wicaksono, sebagai pembicara utama. Gonny membedah dua materi besar yang disesuaikan dengan jenjang kedewasaan siswa.
Untuk guru SMP dan SMA, ia membawakan materi bertajuk “MENGAJAR DENGAN HATI: Seni Berkomunikasi dengan Remaja”. Sementara bagi guru TK dan SD, materi yang disajikan adalah “Komunikasi Efektif dan Pendekatan Humanis: Membangun Kedekatan dengan Siswa”.

Sambut Tahun Ajaran Baru, Yayasan Kusuma Bangsa Gelar Pelatihan Akbar: Dorong Guru Mengajar dengan Hati dan Seni Hypnoteaching
Dalam paparannya, Gonny mengaitkan esensi mengajar dengan UU Sisdiknas Pasal 1 Ayat 1, di mana pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mengembangkan potensi diri siswa, mulai dari spiritual keagamaan, kecerdasan, hingga akhlak mulia.
“Guru, seperti halnya orang tua di sekolah, harus mampu menjadi pendengar aktif. Mendengar secara sungguh-sungguh, peduli, tidak menghakimi, dan empatik bahkan saat ada perbedaan pandangan dengan siswa remaja,” jelas Gonny.
Ia membagikan strategi praktis bagi para guru untuk membangun hubungan, di antaranya:
• Menunjukkan perhatian lewat bahasa tubuh seperti kontak mata dan senyuman ramah.
• Mengajukan pertanyaan terbuka yang bersifat mengklarifikasi tanpa menyudutkan.
• Menerapkan teknik parafrasa untuk memvalidasi perasaan anak.

• Memberikan apresiasi, afirmasi, dan validasi agar anak merasa aman mengeksplorasi emosi dan pikirannya.
Menjadi Guru yang Dicintai lewat Hypnoteaching
Selain pembicara eksternal, pelatihan ini juga diisi dengan diskusi kelompok dan pemaparan hasil melalui bermain peran dan selanjutnya Pelatihan oleh pemateri internal, Polmer Nadapdap, yang merupakan guru Sekolah Kusuma Bangsa. Ia membawakan materi interaktif mengenai “Seni Hypnoteaching untuk Guru yang Dicintai Murid”.
Melalui teknik hypnoteaching, para guru dibekali keterampilan untuk menyelaraskan gelombang otak dan bawah sadar siswa melalui bahasa yang persuasif, sugesti positif, dan atmosfer kelas yang menyenangkan, sehingga materi pelajaran dapat diserap dengan jauh lebih efektif.

Melalui pembekalan yang komprehensif ini, Yayasan Kusuma Bangsa optimistis menyongsong tahun ajaran 2026/2027 dengan kesiapan penuh, menghadirkan lingkungan belajar yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga sehat secara mental dan emosional.(daris)