PALEMBANG, mediasumatera.id – Sekitar 800-an pendidik TK,SD,SMP,SMA/SMK Sekolah sekolah Katolik Keuskupan Agung Palembang (Xaverius, St Louis,Indriasana) yang tergabung dalam Paguyuban Guru Karyawan Sekolah Katolik ( PGK) Palembang Rabu, (12/11/2025) memadati ruangan gedung Xaverius Centrum Studioroom Jalan Bangau Palembang mengikuti seminar hari studi PGK yang mengambil tema Guru Inspiratif Penggerak Nilai Pancasila dalam Pendidikan dengan pembicara RP Johanes Haryatmoko, SJ staf khusus dewan pengarah Badan Pengembangan Ideologi Pancasila (BPIP), pengajar PTIK Lemhanas, pengajar di FISIP UI Jakarta, UIN Kalijaga Yogyakarta, anggota AIPI Akademi Ilmu Pengetahuan, dan Dr .Surahno, SH.M.Hum selaku Kepala Biro Hukum dan organisasi, Deputi bidang pengkajian dan materi BPIP, serta dimoderatori oleh Bernadus Jati.

Hadir pimpinan Yayasan Sekolah Katolik di Palembang seperti RD Dr Stefanus Supardi, M.Pd (Xaverius Palembang), St Agus Yuswono (St Louis), MB. Yuni (Dharma Ibu), Fr M.Faustianus,BHK ( Mardi Wiyata) ,(Lembaga Miryam) dan para Kepala Sekolah Sekolah Katolik Palembang. Dalam kegiatan seminar dibuka secara resmi oleh RD Dr Stefanus Supardi,M.Pd selaku ketua Majelis Pendidikan Katolik Keuskupan Agung Palembang (MPK KaPal) . Kegiatan seminar hari studi PGK ini menjadikan kesempatan penting bagi para pendidik untuk memperdalam panggilan pelayanan memperkaya wawasan kebangsaan berdasarkan nilai – nilai Pancasila serta memperkuat jejaring antar sekolah katolik.
“ Untuk meningkatkan kompetensi spiritualiatas dan komitmenpendidik katolik terhadap misi gereja dalam karya pendiidkan dan memperdalam panggilan pelayanan memperkaya wawasan kebangsaan berdasarkan nilai – nilai Pancasila serta mem perkuat jejaring antar sekolah katolik.” kata Supardi.

Leo Hidayat ketua PGK Palembang dalam sambutannya berharap keterlibatan para pendidik dalam seminar hari studi PGK dapat melanjutkan wujud nyata komitmen bersama dalam menghadirkan pendidikan katolik yang unggul, berkarakter, relevan bagi bangsa, menjadi garam dan terang bagi masyarakat serta turut membentuk generasi yang Pancasilais dan berintegritas.

RP Johanes Haryatmoko, SJ memberikan materi seminarnya tentang bagaimana peran guru dalam mengukur mengevaluasi peserta didik memahami nilai – nilai Pancasila apakah realities, logika abdukasi dalam proses berfikir untuk menjelaskan fenomena sosial dengan mengusulkan secara rasional, melalui empat langkah logika yaitu pengamatan hipotesis, evaluasi dan kesimpulan. Untuk mendorong siswa kreatif dan berani berpendapat diterapkan guna menganalisa kasus manipulasi psikologis (gasligting) di media sosial. Bagaimana model pembelajaran Deep Learning dilaksanakan di sekolah sekolah. Bagaimana merefleksikan Pancasila dengan langkah design thinking, menciptakan gagasan baru yang potensial memberi solusi, menumbuhkan empati dan mengumpulkan informasi berdasarkan nilai – nilai pancasila, maka perlunya peranan kerjasama antara orangtua dan sekolah kepada peserta didik.

Dr Surahno, SH.M.Hum dalam materi seminar yang disampaikannya tentang lini masa menuju proklamasi Republik Indonesia. Bagaimana perumusan sejarah terbentuknya Pancasila, Pembentukan BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang selama lebih sepuluh tahun tidak diajarkan di sekolah sekolah, maka kepada guru Pancasila atau guru Agama serta semua guru mampu menjelaskan bagaimana NKRI terbentuk sehingga peserta didik di zaman digital dan kebebasan media sosial saat ini dapat bersikap, bertingkahlaku dan berbuat moralitas .Sejak kecil peserta didik diajarkan nilai nilai Pancasila
Menutup kegiatan seminar Suratman mewakili pengurus Paguyuban Guru Karyawan Sekolah Katolik (PGK) berharap segenap guru dapat menjadi teladan dan meniru apa yang dilakukan guru, bagaimana pendidik di sekolah katolik Palembang menjadi teladan bukan lewat perkataan melainkan lewat perbuatan.(daris)







