PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id – Ibadah Minggu 16 Set. Trinitatis di GKPI Jemaat Khusus Immanuel Pematangsiantar di minggu pertama di bulan Oktober pada hari Minggu 05 Oktober 2025, berjalan dengan penuh hikmat dan sukacita sengan suasana ibadah yang hidup dan penuh semangat pelayanan gereja yang ada.
Ibadah diawali dengan Mars GKPI yang dinyanyikan penuh semangat dan iman. Alunan lembut organ oleh Inang Agustina br Sihombing mengiringi jemaat yang menyanyikan bait demi bait dengan hati yang berserah. Suasana hening menyelimuti ruang ibadah, sebuah keheningan yang bukan kosong, melainkan penuh hadirat Allah.
Kotbah hari Minggu ini disampaikan oleh Amang Andres Siringoringo Mahasiswa STT Abdi Sabda Medan yang lagi magang di Gereja GKPI JK Immanuel Pematangsiantar dengan tema “Tuhan Allah Maha Kudus dan Maha Tahu”, secara penuh pengurapan dan firman ini menegaskan bahwa pergumulan nabi Habakuk, seorang nabi yang berani bertanya kepada Allah ketika kejahatan tampak dibiarkan, dan keadilan seolah hilang dari bumi. Habakuk tidak memprotes Tuhan karena tidak percaya, melainkan karena ia mencintai Tuhan dan ingin mengerti hati-Nya.
“Bukankah Engkau, ya TUHAN, Allahku yang Maha Kudus? Engkau yang tidak akan mati. Engkau telah menetapkan mereka untuk menghukum; Engkau, ya Gunung Batu, telah menetapkan mereka untuk menghajar.”
(Habakuk 1:12)
Dari ayat ini, pengkotbah menjelaskan bahwa Habakuk sedang belajar memahami misteri Allah yang suci dan maha tahu. Allah tidak menutup mata terhadap kejahatan, tetapi Ia memiliki rencana yang jauh lebih tinggi dari pemikiran manusia.
Beliau menjelaskan ada 3 (tiga) Pokok Penting dari Firman Tuhan
1. Tuhan Mengetahui Segala Sesuatu, Termasuk yang Tidak Kita Pahami. Kadang kita merasa Tuhan diam. Kita berdoa, tetapi tidak ada jawaban. Kita berharap, namun keadaan tidak berubah. Namun di balik “diam”-Nya, Tuhan sedang mengatur sesuatu yang jauh lebih indah. Seperti Habakuk, kita diajak untuk tetap percaya walau tidak mengerti sepenuhnya jalan Tuhan. Dimana “Iman sejati bukanlah saat kita melihat keajaiban, tetapi saat kita tetap percaya walau keajaiban belum terjadi.”
2. Tuhan Mengizinkan Penderitaan untuk Memurnikan Iman Kita. Dalam teks Habakuk, Tuhan mengizinkan bangsa Babel menindas Yehuda, bukan karena Ia tidak peduli, melainkan untuk menyadarkan umat-Nya agar bertobat dan kembali kepada-Nya. Demikian pula hidup kita, kadang Tuhan mengizinkan luka, agar kita berhenti bergantung pada dunia, dan mulai bersandar hanya kepada-Nya.
3. Tuhan Adalah Allah yang Maha Kudus dan Maha Adil. Tidak ada kejahatan yang luput dari penghakiman-Nya, dan tidak ada air mata yang luput dari perhatian-Nya. Dunia bisa tampak tidak adil, tapi Allah tetap setia dan benar. Keadilan-Nya mungkin lambat menurut ukuran manusia, tapi selalu tepat waktu menurut rencana surgawi.
Amang Andres Siringoringo menegaskan “Tuhan tahu isi hatimu. Ia tahu setiap air mata yang engkau sembunyikan, setiap kesakitan yang engkau tanggung, dan setiap doa yang engkau ucapkan dalam diam.”
Karenanya, jemaat diajak untuk:
– Tetap percaya, meski keadaan belum berubah.
– Menjaga kesucian hati, karena Tuhan yang Kudus berkenan pada hati yang tulus.
– Tidak menyerah pada kejahatan, sebab Tuhan sedang menegakkan keadilan-Nya.
“Mari, apapun yang kita alami hari ini, percayalah bahwa Tuhan Allah akan menolong kita sebagai umat-Nya. Serahkanlah seluruh hidupmu pada Tuhan Allah,”
demikian ajakan penutup dari amang Andres Siringoringo.
Pelayanan liturgi dipimpin oleh Amang Pnt. A. Lubis, dengan epistel dari 1 Timotius 6:11–16.
Doa syafaat dinaikkan oleh Inang Pnt. D br Gultom, mengundang jemaat bersyukur atas kasih Tuhan dan memohon kekuatan bagi mereka yang bergumul.
Pujian dipimpin oleh Pemudi Ruth Gracia V. Panggabean bersama Pemuda Samuel Sirait, diiringi musik lembut oleh Inang Agustina br Sihombing. Persembahan dilayani oleh Inang Pnt. N br Panggabean dan Inang Pnt. N br Marbun, sementara penerimaan tamu dilayani dengan sukacita oleh Amang Pnt. J. Sipayung dan Amang Pnt. A. Sinaga.

Warta Jemaat Penting:
1. Persembahan ke Depan, untuk Dana Renovasi GKPI JK Immanuel Pematangsiantar.
2. Ibadah Kebaktian Malam Sektor, hari Rabu, 08 Oktober 2025 pukul 19.00 WIB:
– Sektor 1: TH Hutahuruk/br Simatupang, Jl. Pane SMA Negeri 3
– Sektor 2: dr. P Hutabarat/br Tobing (+), Jl. Laut Tawar
– Sektor 3: Pnt. J. Sipayung/br Damanik, Jl. Mayor Sitepu II
– Sektor 4: W. Pasaribu/br Sihombing, Jl. Teratai 5 Blok 6 Rambung Merah
– Sektor 5: F. Zega/br Silalahi, Jl. Tanjung Pinggir Perumahan Martoba No. 8
3. Himbauan: Jemaat diimbau untuk melunasi Bakti Bulanan guna mendukung Perayaan Natal 2025 dan kegiatan gerejawi tahun 2025.
Melalui ibadah ini, jemaat diajak menyadari bahwa diamnya Tuhan bukan berarti Ia absen.
Terkadang Ia tidak menjawab, karena Ia sedang mengajar kita untuk mendengar lebih dalam.
Tuhan Allah yang Maha Kudus dan Maha Tahu sedang membentuk hati umat-Nya menjadi semakin lembut, sabar, dan beriman teguh di tengah dunia yang semakin gelap.
“Renovasi gedung gereja boleh berlangsung, tetapi yang jauh lebih berharga adalah renovasi hati. Tuhan sedang membentuk kita menjadi bejana baru—indah, suci, dan layak bagi kemuliaan-Nya.”
Saudara terkasih, mungkin hari-hari ini engkau sedang seperti Habakuk, melihat dunia yang tidak adil, merasakan penderitaan, dan bertanya dalam hati, “Tuhan, di mana Engkau?”
Namun percayalah, di balik diam-Nya, Tuhan sedang bekerja. Ia bukan Allah yang jauh; Ia Allah yang menggendong engkau dalam setiap air mata.
Mari datang kepada Tuhan dengan hati yang hancur, namun percaya.
Izinkan Dia memeluk hatimu yang lelah, menenangkan jiwamu yang gelisah, dan menuntun langkahmu menuju hidup yang penuh damai.
Karena di pelukan Kristus, setiap hati yang hilang akan kembali pulih dan hidup baru akan dimulai.
Bagi jemaat dan donatur yang tergerak untuk memberikan bantuan bagi renovasi GKPI Jemaat Khusus Immanuel Pematangsiantar, dapat menyalurkan donasi melalui:
Rekening Donasi:
🏦 Bank: Bank SUMUT
💳 Nomor Rekening: 22002040465521
📌 Atas Nama: PANPEM GKPI JK Immanuel
“Dan rumah yang hendak kudirikan itu harus besar, sebab Allah kita lebih besar dari segala allah. Tetapi siapakah yang mampu mendirikan rumah bagi-Nya, karena langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidak dapat memuat Dia? Dan siapakah aku ini, sehingga aku mampu mendirikan rumah bagi-Nya, kecuali hanya untuk membakar korban di hadapan-Nya?”
(2 Tawarikh 2:5-6)
Soli Deo Gloria.
(VIP)







