PALEMBANG, mediasumatera.id – Guna membentengi generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan dan kenakalan remaja, SMA Kusuma Bangsa Palembang menggelar kegiatan “Polri Goes To School” pada Senin (13/4/2026). Bertempat di Aula Kusuma Bangsa, Jln H. Abdul. Rozak 8 Ilir Kec Ilir Timur II Palembang kegiatan ini memuncak pada aksi Deklarasi Damai yang melibatkan ratusan peserta didik.

Petrus Lilik Isdiyanto wakil kesiswaan SMA Kusuma Bangsa Palembang menjelaskan bahwa kunjungan edukatif ini dipimpin langsung oleh Iptu Sumaryani dari tim Sat Binmas Polrestabes Palembang. Dalam sesi pembinaan, Iptu Sumaryani membedah empat isu krusial yang menjadi tantangan besar bagi remaja saat ini.
Kepolisian menekankan bahwa tawuran bukan sekadar kenakalan biasa, melainkan tindakan pidana yang merugikan masa depan. Siswa diajak untuk mengedepankan dialog dalam menyelesaikan perselisihan dan menyadari dampak hukum serta fisik yang ditimbulkan dari konflik antar-pelajar.
Anti Narkoba: Materi ini menyoroti bahaya narkotika yang dapat merusak saraf otak dan masa depan. Siswa diberikan edukasi untuk mengenali modus peredaran gelap narkoba di lingkungan remaja dan berani melaporkan hal-hal mencurigakan dengan prinsip ” Say No to Drugs”.

Anti Bullying (Perundungan): Fokus utama pada poin ini adalah membangun empati. Dijelaskan bahwa perundungan, baik fisik, verbal, maupun cyber bullying, memiliki dampak psikologis permanen bagi korban. Sekolah harus menjadi ruang aman (safe zone) bagi setiap siswa untuk berkembang tanpa rasa takut.
Anti Balapan Liar: Selain melanggar Undang-Undang Lalu Lintas, balapan liar disebut sebagai aksi yang mempertaruhkan nyawa diri sendiri dan orang lain. Kepolisian mengajak siswa untuk tertib berlalu lintas sebagai cerminan masyarakat yang beradab.

Iptu Sumaryani menegaskan bahwa peran pelajar adalah menjadi pelopor ketertiban. “Deklarasi ini adalah komitmen nyata agar adik-adik di SMA Kusuma Bangsa berani menolak segala bentuk penyimpangan demi menjaga nama baik keluarga dan sekolah,” ujarnya.
Kepala SMA Kusuma Bangsa Palembang, Hanny Octavia, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pembinaan intensif ini. Menurutnya, penjelasan detail mengenai dampak hukum dan sosial dari tiap pelanggaran tersebut sangat diperlukan oleh siswa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polrestabes Palembang. Dengan pemahaman materi yang lengkap ini, kami berharap siswa tidak hanya sekadar membaca deklarasi, tetapi benar-benar meresapi dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Hanny.

Acara ditutup dengan penandatanganan petisi deklarasi damai oleh perwakilan siswa, guru, dan pihak kepolisian sebagai simbol kesepakatan bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan berprestasi.(darisawalistyo)







