Medan, mediasumatera.id– Status tahanan rumah eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, bukti kuat KPK dibawah tekanan oleh penguasa besar di negeri ini. Walaupun Yaqut telah kembali dijebloskan KPK ke dalam penjara, tapi perbincangan di berbagai kanal media belum reda.
Banyak teori-teori dimunculkan netizen di dunia media sosial. Bahkan warganet sampai menyebut bahwa KPK salah menilai siapa Yaqut dan gerbong besar di belakangnya.
Melihat kondisi ini, PMPHI buka suara. Melalui koordinator wilayah (Korwil) Sumut, Drs. Gandi Parapat, disebut bahwa KPK berani merubah (status tahanan) eks menteri Yaqut adalah sebagai mencari keselamatan. “KPK awalnya menilai Yaqut sebagai sosok yang tidak berpengaruh. Tapi, setelah mereka (KPK) tau siapa dibelakangnya, mereka akhirnya ketakutan. Sehingga untuk cari selamat, KPK merubah statusnya menjadi tahanan rumah dengan mencari pasal UU sebagai pembenaran,” ujar Gandi Parapat kepada media di Medan, Kamis 26 Maret 2026.
Bahkan, kata Gandi, saat ini masyarakat luas tidak buta melihat strategi KPK yang mengintai dan menjebloskan orang lemah ke penjara dengan alasan pidana korupsi.
“Bagi PMPHI tidak merasa heran lagi dengan perilaku KPK periode sekarang, makanya kami tidak pernah membicarakan KPK. Karena dibicarakan pun tidak ada gunanya, terkesan KPK itu alat penguasa untuk menghabisi yang tidak taat,” tegas Gandi.
Melihat kondisi saat ini, PMPHI Sumut memberi argumen bahwa penguasa yang diduga menekan KPK bukanlah Presiden Prabowo. Bahkan PMPHI Sumut kurang lelusa menjalankan tugas negara karena pengarus besar dibalik pihak yang ‘memaksa’ KPK merubah status tahanan Yaqut.
Hal itu terbukti, pencabutan izin 28 PT pascabencana Sumatera pada akhir November tahun 2025 lalu.
“Kita prihatin kepada Presiden Prabowo. Banyak pembantunya (jajaran menteri) yang memberikan informasi bodong atau info palsu kepada beliau. Salahsatu contoh nyata soal pencabutan izin 28 PT. Presiden Prabowo seperti tidak tau ditanganyalah nasib Indonesia sekarang,” terang Gandi.
Diakhir komentarnya, Gandi Parapat menyatakan, “Jadi terkait banyaknya suara tentang dilepas dan dimasukkan lagi Yaqut pasti adalagi strategi penguasa pendukung Yaqut. Bagi masyarakat yang punya keberanian menegakkan keadilan kami ucapkan terimakasih dan lebih semangat semoga berhasil,”.







