Selasa, 23 Juli 2024

Temui KWI, Prabowo Sampaikan Komitmen Kampanye Santun dan Damai

Temui KWI, Prabowo Sampaikan Komitmen Kampanye Santun dan Damai

Jakarta, mediasumatera.id – Calon presiden (capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto bertemu jajaran Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di Gedung KWI, Jakarta, Jumat (26/1/2024). Prabowo bertemu Ketua KWI Mgr Antonius Subianto Bunjamin, Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo, serja jajaran KWI lainnya. Prabowo didampingi oleh adiknya sekaligus Anggota Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Hashim Djojohadikusumo.

Pertemuan antara Prabowo dan KWI digelar tertutup dan berlangsung sekitar satu jam sejak pukul 15.00-16.00 WIB. “Di situ kami diberikan kesempatan menyampaikan itikad kami, niat kami, maju di pemilihan yang akan datang, kami juga menyampaikan buku visi misi kami, yang dijelaskan secara umum,” kata Prabowo setelah pertemuan dengan KWI.

Di hadapan jajaran KWI, Prabowo menyatakan akan selalu mengutamakan nilai-nilai pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Prabowo juga menjelaskan bahwa dirinya mengutamakan persatuan dan kerukunan bangsa Indonesia. “Bahwa apa pun yang terjadi, yang paling penting adalah persatuan dan kerukunan di antara seluruh rakyat Indonesia, terutama yang harus dipelopori, diberi contoh oleh para elite, para pemimpin-pemimpin Indonesia,” ucap Prabowo.

Selain itu, Prabowo menyatakan komitmen untuk berkontestasi politik secara santun dan damai. Menteri Pertahanan ini mengatakan Kardinal Suharyo juga memberikannya sejumlah nasehat secara umum. “Dan (Kardinal Suharyo) menyampaikan saran kepada umat katolik, yang dijelaskan kepada kami, kami anggap sangat cocok, sangat bagus, untuk seluruh, tidak hanya umat katolik, tapi juga seluruh rakyat Indonesia,” ungkap dia.

Dalam kesempatan itu, Suharyo mengungkapkan bahwa pihak KWI tidak akan berpihak ke pasangan capres-cawapres mana pun. KWI, kata Kardinal Suharyo, akan mendukung siapa pun pemenang Pemilu 2024. “Jadi dalam gereja katolik pilihan politik itu macam-macam, kami pimpinan-pimpinan gereja tidak boleh berpihak karena tugas kami adalah mempersatukan.

Baca Juga :  Seleksi Calon Komisioner KPU Kabupaten dan Kota di Sumsel Tuai Polemik, Kepentingan Politik atau Murni Kompetensi?

Nanti kalau berpihak lalu fungsi pemersatu itu hilang,” ujar Suharyo. “Kami akan mendukung siapapun yang akan terpilih lewat proses yang emmang sudah diatur oleh undang-undang,” tambah dia.