“RENUNGAN HARIAN GKPI “TERANG HIDUP”
PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id – Shalom… salam sejahtera di dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya damai, sukacita, dan pengharapan dari-Nya menyertai langkah hidup kita hari ini. Kita percaya: kita tidak pernah berjalan sendiri. Tuhan menyertai, menuntun, dan bekerja dalam setiap musim kehidupan kita. Bahkan ketika jalan terasa gelap, Tuhan sedang menyiapkan terang. Ketika kita lemah, Tuhan sedang menguatkan. Kita adalah orang-orang yang sangat dikasihi dan diingat oleh Tuhan.
Bagaimana kabar Saudara/i hari ini? Kiranya Saudara/i berada dalam kesehatan jasmani dan rohani, hati yang damai, serta sukacita yang melimpah. Renungan ini disampaikan oleh Amang Pdt. Tubiran M.T. Simamora, M.Th., sebagai penguatan iman bagi kita semua.
“Telah dibawanya aku ke rumah pesta dan panjinya di atasku adalah cinta.” (Kidung Agung 2:4)
Berbicara mengenai keselamatan dalam penyertaan Tuhan memang begitu nyaman didengar, keselamatan yang hanya anugerah (semata-mata hanyalah pemberian). Namun begitu sulitnya pada sebagian orang untuk menerima anugerah itu sebab begitu sulit dimengerti, dipikirkan dan diyakini. Saya pernah mendengar seorang pengkhotbah dalam sebuah pesta gereja, pendeta tersebut mengeluarkan selembar uang dan menunjukkannya kepada seluruh jemaat yang hadir. Pendeta tersebut bertanya kepada seluruh jemaat “Ini uang berapa???” Dan seluruh jemaat menjawab nominal uang tersebut. Selanjutnya pendeta tersebut berkata, siapa yang mau uang ini? Sang pendeta menunggu agar salah seorang berdiri dan menerima uang tersebut. Namun, tidak ada seorang pun yang bangkit berdiri. Bahkan saya sendiri berpikir “Apakah mungkin pak pendeta itu memberikan uang itu? Atau bahkan dia malah melontarkan pertanyaan yang lain, atau untuk menyuruh melakukan sesuatu hal sebagai imbalannya”. Ehh….ternyata tidak, itu diberikan secara cuma-cuma, sebab pendeta tersebut malah turun dan menghampiri seorang ibu yang lagi menggendong anaknya.
Demikian juga halnya dengan Yesus Kristus yang telah menebus dan menyelamatkan manusia, namun begitu banyak orang yang tidak percaya malah mencela dengan tuduhan itu sebagai pembodohan. Bagi kita itu menjadi kekuatan dan pengharapan. Allah begitu mengasihi kita, bahkan disebutkan “Telah dibawanya aku ke rumah pesta” tempat di mana ia menjamu teman-teman yang istimewa, berbagai penghiburan.
Kita harus percaya bahwa “siapa yang menghargai sukacita ilahi, kepadanya akan diberikan lebih banyak lagi”. Kita diperkenankan ikut serta dalam perjamuan di rumah pesta, yang boleh dikiaskan sebagai ungkapan untuk lebih dekat kepada Allah sang pemilik pesta, serta menolong setiap orang yang tawar hati, memegang tangan, menuntun dan memberikan jalan masuk. Bukan hanya sampai di situ, setiap orang yang masuk dalam rumah pesta diberikan panji di atas kepalanya yaitu cinta. Inilah yang terjadi pada jamuan di dalam rumah pesta di mana Kristus adalah pemimpin kita menuju keselamatan dan Ia menghimpun semua serdadunya di bawah panji cinta.
Artinya, kepada cinta itulah mereka harus terus memandang dan kasih Kristus harus menguasai semua orang agar berperang dengan gagah berani. Untuk itu ketahuilah bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan, orang yang percaya tidak hanya aman tetapi juga akan diselimuti oleh kasih yang tulus dan melimpah.
Renungan:
Siapa yang menghargai sukacita ilahi, percaya kepada Sabda Tuhan dan menghidupinya, kepadanya akan diberikan sukacita dan damai sejahtera.
Lagu:
KJ. No. 300
“Andaikan, Yesus, Kau Bukan Milikku”
BE. No. 198
“Aut unang Ho”
Doa:
Ya Bapa, sungguh besar kasih-Mu atas kami, dan Engkau tetap melindungi, menuntun kami pada kemuliaan-Mu. Ajarlah kami agar kami semakin percaya kepada-Mu. Amin.
Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati kita.
Amin.
(VIP)