DAMAI SEJAHTERA, mediasumatera.id– bagimu, para saudaraku ytk. Apakah para saudaraku dalam keadaan damai, sehat dan bahagia? Saya berharap demikian. Pada hari ini, Gereja Katolik sejagat memperingati Santo Bonifasius, Uskup dan Martir.
Renungan hari ini, terinspirasi dari Injil Yohanes 17: 20 – 26, yakni doa Yesus untuk murid-murid-Nya.Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus berdoa bukan hanya untuk murid-murid-Nya, tetapi juga untuk kita yang percaya melalui kesaksian mereka. Doa-Nya yang mengharukan ini mengungkap kerinduan-Nya yang terdalam: Ut Omnes Unum Sint (supaya mereka semua menjadi satu). Kesatuan ini bukan sekadar kebersamaan fisik, raga atau jasmani, tetapi kesatuan rohani atau spiritual yang berakar dalam KASIH dan KEBENARAN Allah. Yesus menghendaki agar kita tidak hanya menjadi pengikut-Nya, tetapi juga hidup dalam persatuan & persekutuan yang mencerminkan KASIH Allah. Kesatuan ini menjadi kesaksian bagi dunia bahwa Allah mengutus Yesus untuk membawa keselamatan.
Sebagai umat beriman Kristiani, kita diajak untuk membangun persatuan & persekutuan yang tulus, jujur, dalam keluarga, komunitas, dan gereja. Kesatuan sejati bukan berarti KESERAGAMAN, tetapi KETERBUKAAN untuk menerima PERBEDAAN dengan KASIH dan KERENDAHAN HATI.
Pertanyaan Refleksi
1. Apakah hidup kita sudah memancarkan kasih yang mempersatukan, ataukah justru memecah belah?
2. Apakah kita dalam keluarga, komunitas, gereja, dan masyarakat, telah menyadari bahwa kita dipanggil untuk menjadi alat rekonsiliasi, dan bukan pertikaian?
3. Bagaimana sikap kita terhadap saudara seiman yang berbeda tradisi atau pendapat dengan kita?
4. Apakah kita lebih mengutamakan ego/golongan atau kemuliaan Kristus?
Selamat berefleksi🙏🙏



