SALVE bagimu, mediasumatera.id – para saudaraku ytk.dalam Kristus Tuhan. Apa kabar Anda di hari ini? Saya berharap menjumpai Anda dalam keadaan damai, sehat dan bahagia. Jangan lupa untuk selalu bersyukur kepada Tuhan Sang sumber hidup.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 12: 1 – 8, yakni murid-murid memetik gandum pada hari sabat.
Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus dan murid-murid-Nya dituduh melanggar hukum Sabat karena memetik bulir gandum untuk dimakan. Orang Farisi berpegang teguh pada aturan lahiriah, tetapi Yesus mengingatkan mereka akan kebenaran yang lebih dalam: Aku menghendaki belas kasihan dan bukan persembahan
Makna bagi kita:
1. Tuhan lebih menghargai hati yang penuh KASIH daripada RITUAL yang kering tanpa cinta.
2. Belas kasihan adalah wujud nyata dari KASIH Allah yang kita pancarkan kepada sesama. Jadi, belas kasihan di wujudkan lewat AKSI dan bukan cuma NARASI.
3. Ketika kita mengasihi, kita sedang mempersembahkan sesuatu yang lebih berharga dari korban bakaran.
Refleksi pribadi:
Sering kali kita tergoda untuk menilai orang dari TINDAKAN lahiriahnya, tetapi lupa melihat KEBUTUHAN dan pergumulan di baliknya. Tuhan menghendaki hati yang rela memahami dan memaafkan, bukan hanya mengikuti aturan demi aturan.
Oleh karena itu, mari kita menjadi saluran belas kasihan Allah. Ketika kita bertemu orang yang “jatuh ” dalam kelemahan, gagal, tersesat, atau bahkan menyakiti kita, bisakah kita memilih untuk mengasihi daripada menghukum?
Selamat berefleksi🙏🙏


