Rabu, 18 Agustus 2021 23:39 WIB

1400 Serjana Diwisuda Secara Virtual  Dengan Cumlaude  30 Persen Pada Wisuda Unsri Ke-155

Oleh : | Editor :
Dibaca :194 kali dibaca | Durasi baca : 2 Menit

“Mudah-mudahan mereka dapat berkarya untuk membangun provinsi Sumsel ini dan segeralah menyesuaikan dengan keadaan lingkungan artinya ilmu yang didapat menjadi hal yang baik ditengah-tengah masyarakat,”

MEDIASUMATERA.ID-PALEMBANG : Universitas Sriwijaya (UNSRI) gelar wisuda ke-155 sebanyak 1400 Sarjana secara virtual dipimpin Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri) Prof Dr Ir H Anis Saggaf MSCE dan dihadiri Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Drs Nelson Firdaus MM di Fakultas Hukum Tower lantai 8 (delapan) Unsri Palembang, rabu (18/8/2021)

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM provinsi Sumsel mengucapkan selamat atas diwisudanya mahasisawa unsri yang berlangsung dengan sukses walaupun secara virtual dan dengan harapan mahasiswa-mahasiswa yang telah diwisuda dapat mengartikan dirinya terhadap ilmu yang diperoleh dengan prestasi

“Mudah-mudahan mereka dapat berkarya untuk membangun provinsi Sumsel ini dan segeralah menyesuaikan dengan keadaan lingkungan artinya ilmu yang didapat menjadi hal yang baik ditengah-tengah masyarakat,” harapnya

1400 Serjana Diwisuda Secara Virtual  Dengan Cumlaude  30 Persen Pada Wisuda Unsri Ke-155

Sementara Rektor Unsri Prof H Anis Saggaf mengatakan bahwa target proses akdemik Unsri dibawa kepemimpinannya berjalan dengan baik, hasilnya bagus dan menghasilkan alumni yang prima yaitu dengan Cumlaude

“Untuk prestasi Cumlaude sekarang sudah 30 persen lebih dibandingkan jauh sebelumnya hanya 10-15 persen, artinya  bahwa proses belajar mengajar baik dosen maupun mahasiswanya berjalan dengan baik dan mereka punya komitmen,” katanya

Ia menuturkan bahwa perguruan tinggi di Indonesia sedikit agak terlambat dalam melaksanakan proses belajar mengajar dimana perguruan tinggi di luar negeri tidak ada lagi ingin kejar-kejar nilai, minta tolong angkat nilai, jika nilai anjlok tidak boleh ulang dan hal ini tidak boleh lagi terjadi di perguruan tinggi khususnya di Unsri

“Pandemi Covid-19 sudah mendidik kita bahwa berkomunikasi antara dosen dengan mahasiswa itu dengan cara apapun asal yang penting halal dan nikmat dan mahasiswa tidak boleh lagi terkadi menunggu berjam-jam didepan rumah dosennya untuk menghadap dan alhamdulillah Unsri sudah menuju paripurna dan jika semuanya telah melaksanakan saya yakin kedepan Comlaude lebih dari 50 persen,”ujarnya Anis Saggaf

Baca Juga :  Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) Palembang Sidang Lapangan Terkait Gugatan Izin Bakal Kantor Gubernur Sumsel

Anis Saggaf mengatakan bahwa media sangat berperan dalam dunia pendidikan dimana media bagian yang disyaratkan dunia jika ingin maju karena media merupakan penentu dari konsep Pentahelix yaitu Pemerintahan, Akademis, Badan atau Pelaku Usaha, Masyarakat dan Media

“Saya sangat berterima kasih kepada awak media yang selama ini memberikan suport bukan hanya untuk Unsri tetapi untuk seluruh Indonesia raya ini, tetapi Unsri ada khusus bagi saya  karena memberitakan yang konstruktif bagaimana bisa maju,” ucapnya

Terakhir dia mengharapkan kedepan jika setiap ada jatah wisuda maka harus diwisuda, hanya saja kadang-kadang pendaftarnya ada wisudah yang agak kempes dimana terjadi setelah wisudah sebelumnya dengan jumlah yang banyak

“Saat ini kenapa wisudah agak ramai atau banyak dengan 1400 mahasiswa, karena siapa yang tamat sebelum hari wisuda dimana ikut wisuda atau pun tidak ikut tetapi sudah mengikuti yudisium maka Uang Kuliah Tunggal (UKT) nya tidak bayar lagi sesuai dengan keputusan Rektor,” tutupnya Anis Saggaf (Iin)

Komentar

News Feed