Senin, 7 Juni 2021 22:19 WIB

ASAYAMA FAMILY CLUB (AFC) Indonesia Beri Bantuan 50 Unit Rumah Bagi Warga Kupang Korban Bencana Longsor Dan Banjir Bandang

Oleh : | Editor : Junaidi Hutauruk
Dibaca :428 kali dibaca | Durasi baca : 2 Menit

Bencana alam yang terjadi di Kupang menimbulkan 174 korban jiwa, 48 jiwa hilang, dan kerusakan ratusan rumah penduduk, sarana umum, serta infrastruktur. Bencana yang disebabkan oleh banjir bandang dan badai siklon seroja pada bulan April lalu tersebut juga merusak puluhan sarana ibadah, pendidikan, kesehatan, ruas jalan, perdagangan, dan fasilitas pemerintahan.

MEDIASUMATERA.ID-NTT : Dari data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), bencana yang melanda warga Kelurahan Naibonat, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) di akibatkan oleh angin kencang, longsor, banjir bandang dan gelombang pasang melanda Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengakibatkan banyaknya korban. Kerugian materil akibat bencana ini setidaknya tercatat rumah hanyut sebanyak 17 unit, terendam lumpur 60 unit, dan lima jembatan putus. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih terus mendata dan memverifikasi dampak korban maupun kerusakan infrastruktur. (Senin, 7-6-2021).

ASAYAMA FAMILY CLUB (AFC) Indonesia Beri Bantuan 50 Unit Rumah Bagi Warga Kupang Korban Bencana Longsor Dan Banjir Bandang

ASAYAMA FAMILY CLUB (AFC) Indonesia melalui AFC Care melaksanakan program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) dengan membangun 50 rumah baru bagi warga korban bencana longsor dan banjir bandang akibat cuaca ekstrem di Kelurahan Naibonat, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa hari yang lalu.

Perwakilan dari AFC Care, Nuke, mengatakan bantuan tersebut merupakan salah satu wujud kepedulian sosial perusahaan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Nuke menambahkan, warga di daerah tersebut sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan oleh AFC Care.

Selama ini warga korban bencana di Naibonat terpaksa mengungsi ke rumah kerabat atau wilayah lain yang lebih aman. Adapun, sebagian warga memilih tetap tinggal di rumah mereka dan menutup seadanya bagian-bagian rumah yang rusak dengan menggunakan material bekas seperti sink atau kayu bekas.

Baca Juga :  Ketua Umum BPSME Desak Kemendagri Tinjau Ulang Atas Penunjukan Pejabat Bupati Muara Enim

“AFC Indonesia berharap pemulihan di lokasi bencana bisa berlangsung dengan cepat. Warga bisa tinggal kembali di rumah-rumah mereka. Kemudian mereka bisa kembali bekerja dengan normal,” katanya

Nuke menyampaikan warga yang berada di lokasi sangat senang rumah mereka dibangun kembali oleh AFC Care.

Warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani tersebut menyampaikan banyak terima kasih kepada AFC Care atas bantuan yang diberikan.

“AFC akan selalu hadir untuk membantu di bidang social untuk kemanusiaan,” katanya.

Selama ini AFC Care memang kerap menggelar program CSR yang berfokus pada bantuan kemanusian seperti pemulihan bencana.

Hal ini dilakukan guna membantu para korban untuk dapat meneruskan kehidupan mereka dengan kualitas lebih baik.

Selain bantuan pemulihan bencana, AFC juga pernah memberikan bantuan alat pelindung diri (APD), mendirikan panti asuhan, hingga membantu korban gempa Lombok.

ASAYAMA FAMILY CLUB (AFC) Indonesia Beri Bantuan 50 Unit Rumah Bagi Warga Kupang Korban Bencana Longsor Dan Banjir Bandang

Sebagaimana diketahui, bencana alam yang terjadi di Kupang menimbulkan 174 korban jiwa, 48 jiwa hilang, dan kerusakan ratusan rumah penduduk, sarana umum, serta infrastruktur. Bencana yang disebabkan oleh banjir bandang dan badai siklon seroja pada bulan April lalu tersebut juga merusak puluhan sarana ibadah, pendidikan, kesehatan, ruas jalan, perdagangan, dan fasilitas pemerintahan.

Untuk diketahui ASAYAMA FAMILY CLUB (AFC) berdiri sejak Tahun 1969. AFC Japan adalah perusahaan PHARMACY yang tertua dan terbesar di jepang.

ASAYAMA FAMILY CLUB (AFC) merupakan perusahaan Farmasi pertama yang terdaftar di TOKYO STOCK EXCHANGE.

ASAYAMA FAMILY CLUB (AFC) merupakan pabrik Farmasi jepang pertama yang mendapatkan sertifikat GMP. (Rilis)

Komentar

News Feed