Prabowo Subianto Leading Elektabilitas Capres 2024, Pengamat Ini Sebut NU Sebagai Faktor Penentu

Prabowo Subianto Leading Elektabilitas Capres 2024, Pengamat Ini Sebut NU Sebagai Faktor Penentu

Media Sumatera, Online. Palembang – Nama Ketua Umum Partai Gerindra Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto sekaligus Menteri Pertahanan RI memimpin elektabilitas pilihan publik terhadap sosok calon presiden hasil Survei Kepemimpinan Nasional yang diselenggarakan Litbang Kompas.

Merespon dari hasil survei ini, politik Drs Bagindo Togar Butar Butar menyoroti sosok Capres paling berpeluang dan sosok siapa yang pantas mendampinginya kelak.

Menurutnya, bila kondisi ataupun realitas politiknya tidak mengalami pergeseran hingga dua tahun ke depan, maka bisa disimpulkan pasangan calon presiden ada pada nama-nama di tujuh besar teratas tersebut.

Terkhusus pada nama mantan Pangkostrad Prabowo Subianto yang dikarenakan notabenenya Ketua Umum Partai Politik.

Sedangkan nama Ganjar Pranowo adalah sekadar kader parpol, bukan ketua parpol. Begitu juga Anies Baswedan sama sekali bukan pengurus parpol.

Berarti yang lebih potensial pasangan capres adalah di samping populer, memiliki jabatan publik/politik, dan melekat jabatan pimpinan partai pada dirinya.

Contoh Airlangga Hartanto, AHY, Zulkifli Hasan, Muhaimin Iskandar, yang sangat berpeluang ketika diusung atau ditetapkan sebagai Capres ataupun Cawapres nantinya.

Kalaupun ada tokoh di luar parpol atau  bukan pengurus parpol itu dikarenakan semata-mata oleh faktor elektabilitas dan popularitas sosok publik tersebut.

Direktur Eksekutif Forum Demokrasi Sriwijaya (Fordes) ini secara spesifik coba menyoroti Prabowo Subianto yang leading hasil survei ini lebih kurang 27 persen.

Artinya modal sosial bagi Prabowo Subianto ketika akan berpartisipasi sebagai tokoh yang akan bertarung dalam kontestasi Pilpres nantinya.

Selain itu, dukungan politik yang akan diberikan masyarakat kepada Prabowo masih tinggi, walaupun perubahan dukungan politik dia berpihak dan terlibat dalam pemerintahan saat ini.

Yang dulu berseberangan dan kini menjadi bagian dari kekuasaan pemerintahan saat ini.

Baca Juga :  Tahun Baru 1444 H, Polsek Batang Kuis Bersihkan Masjid Dan Bagikan Sembako

“Apa makna dari semua ini. Kalaupun nanti Prabowo akan maju jadi Capres untuk ada peningkatan mengarah pada kepastian sebagai pemenang butuh cawapres mendampinginya yang memiliki elektabilitas tinggi juga dari partai politik atau organisasi kemasyarakatan yang memiliki basis-basis dukungan suara yang cukup besar, loyal, dan berpengaruh secara signifikan terhadap target jumlah suara hasil pilpres kelak,” kata mantan Ketua IKA FISIP Unsri.

Prabowo Subianto Leading Elektabilitas Capres 2024, Pengamat Ini Sebut NU Sebagai Faktor Penentu

Di mana bila dicermati kalau berasumsi pada organisasi masyarakat yang berpengalaman, berpengaruh, dan jumlah anggotanya besar dan tersebar merata di wilayah Indonesia. Maka itu ada pada Ormas keagamaan Nahdhatul Ulama (NU).

Dalam Pilpres sebelumnya 2019 terbukti dan teruji di mana dukungan Ormas NU terhadap penempatan ulama besar Prof DR KH Ma’ruf Amin begitu efektif menentukan hasil kemenangan dalam Pilpres kemarin.

Realitas politik, diprediksikan akan terulang kembali pada Pilpres yang akan datang. Barang tentu apabila ada totalitas dukungan politik dari Ormas keagamaan dan tokoh utamanya, maka akan menguntungkan dan keluar menjadi pemenang dalam Pilpres tersebut.

“Intinya, NU menjadi triger dan victory factor (faktor menentukan kemenangan) dalam kontestasi dalam pemilu Pilpres pasca Jokowi-Makruf,” ujar Bagindo.

Hasil Survei Kepemimpinan Nasional yang diselenggarakan Litbang Kompas menunjukkan, pilihan publik terhadap sosok calon presiden kian mengerucut ke tiga nama.

Tiga nama tersebut ialah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Hasil survei yang diselenggarakan Litbang Kompas pada 17-30 Januari 2022 menunjukkan, jika pemilu diselenggarakan pada saat survei dilakukan, Prabowo akan dipilih 26,5 persen masyarakat. Selanjutnya disusul Ganjar (20,5 persen), dan Anies (14,2 persen).

tersebut tercatat meningkat dibandingkan hasil survei serupa yang digelar pada 2021.

Baca Juga :  LaNyalla Minta LP3ES Ikut Perbaiki Arah Perjalanan Bangsa

Elektabilitas Prabowo misalnya, tercatat naik dari 16,4 persen pada April 2021 menjadi 26,5 persen pada Januari 2022, meski sempat turun jadi 13,9 persen pada Oktober 2021.

Namun, elektabilitas Prabowo saat ini masih tertinggal jauh dari perolehan suaranya sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2019 lalu sebesar 44,5 persen.

Sementara itu, elektabilitas Ganjar juga merangkak naik, mulai dari 7,3 persen pada April 2021, 13,9 persen pada Oktober 2021, dan 20,5 persen pada Januari 2021.

Adapun elektabilitas Anies yang sebelumnya cenderung stagnan kini menunjukkan pergerakan. Pada April 2021, elektabilitasnya 10 persen dan pada Oktober 2021 sebesar 9,6 persen, saat ini telah mencapai 14,2 persen.

Tingginya elektabilitas tiga tokoh tersebut menciptakan jarak yang cukup jauh dengan nama-nama lainnya yang turut masuk bursa pilpres.

Berdasarkan survei ini, duduk di peringkat keempat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dengan elektabilitas sebesar 4,9 persen, terpaut hampir 10 persen dengan Anies yang ada di urutan ketiga.