Pius dan Buku ”Aldera” Meraih Penghargaan

Pius dan Buku ”Aldera” Meraih Penghargaan

Jakarta, mediasumatera.id — Buku berjudul Aldera: Potret Gerakan Politik Kaum Muda 1993-1999 mendapatkan penghargaan dari Penerbit Buku atau PBK sebagai buku dengan penjualan terbanyak dalam waktu tercepat, kurang dari empat bulan. Inisiator penulisan buku itu, Pius Lustrilanang, juga mendapatkan penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) karena mengukir rekor kuliah umum dan bedah buku dengan peserta terbanyak.

Penghargaan bagi Pius, dan Yayasan Aliansi Demokrasi Rakyat (Aldera) yang mendukungnya, itu diserahkan di Bentara Budaya Jakarta, Selasa (31/1/2023) malam. Penghargaan dari PBK diserahkan oleh Direktur Bisnis Lukminto Wibowo.

Pendiri Muri, Jaya Suprana, melalui video, menilai banyak organisasi mahasiswa pada era Orde Baru yang berjuang. Namun, Aldera mampu memantik gerakan di sejumlah daerah hingga puncaknya Orde Baru tumbang.

”Buku ini menjadi penjaga lilin semangat perjuangan kaum muda untuk tetap berkontribusi bagi Tanah Air,” ujar Jaya Suprana.

Pius, yang kini menjadi anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), menerima langsung penghargaan itu. Hadir pula Wakil Pemimpin Umum Kompas Budiman Tanuredjo, Direktur Operasional Muri Yusuf Ngadri, serta sejumlah aktivis demokrasi dan Aldera.

Dari generasi ’70-an ke ’80-an hingga ’90-an perjuangan terus dilanjutkan dan dimenangkan. Kini sudah waktunya api perjuangan itu diwariskan.

Buku yang mencatat perjuangan Aldera itu terjual 100.000 eksemplar lebih dalam waktu kurang dari empat bulan. Buku itu dijadikan acuan kuliah umum dan bedah buku, yang puncaknya meraih rekor Muri atas kuliah umum dan bedah buku dengan 3.000 peserta di Universitas Negeri Manado.