PALEMBANG, mediasumatera.id – Menghadapi pesatnya transformasi digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), dan tuntutan kompetensi abad ke-21, dunia pendidikan dituntut untuk tidak hanya mencetak prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter dan arah karier siswa yang jelas.
Merespons tantangan tersebut, Universitas Katolik Musi Charitas (UKMC) resmi menjalin kolaborasi dengan SMA Xaverius 2 Palembang. Sinergi ini diwujudkan melalui sosialisasi program pengembangan talenta dan kepemimpinan siswa untuk tahun ajaran 2026–2027, yang berlangsung di SMA Xaverius 2 Palembang pada Rabu (24/6/2026).
Hadir dalam sosialisasi I-FILA St Agus Yuswono Ketua Yayasan St Louis, Petrus Widodo Kepala SMA Xaverius 2 Palembang beserta Nyimas Heni, dan Pancarida. Dari UKMC Heri Setiawan, Dominikus Budiarto, Yohanes Dicka, Theresia Sunarni, Achmad Alfian dan Andreas Daris.

Kolaborasi Strategis Berbasis Proyek
Program yang diinisiasi oleh Program Studi Teknik Industri Fakultas Sains dan Teknologi UKMC ini bertajuk I-FILA (Ikigai Future Industrial Leader Academy). Program ini menjadi akademi pengembangan talenta dan kepemimpinan berbasis konsep Ikigai Jepang dan Teknik Industri pertama untuk jenjang SMA/SMK di Indonesia.
Kepala SMA Xaverius 2 Palembang, Petrus Widodo , bersama jajaran guru dan staf, menyambut baik kunjungan serta inisiasi dari tim UKMC. Ia menegaskan bahwa program ini akan menjadi mitra strategis sekolah, khususnya dalam mengimplementasikan Projek.
“Melalui rangkaian kegiatan ini, peserta didik tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang bermakna, tetapi juga dapat membangun portofolio, sertifikat kompetensi, pengalaman laboratorium, hingga jejaring antar-sekolah dan industri,” ujar Petrus Widodo.
Ia menambahkan, program ini juga diproyeksikan untuk memperkuat layanan Bimbingan Konseling (BK), mengasah kemampuan leadership, serta meningkatkan kesiapan karier siswa menuju pendidikan tinggi dan dunia kerja masa depan.
Ekosistem Pengembangan Bakat, Bukan Sekadar Promosi
Berbeda dengan kegiatan sosialisasi kampus yang umumnya bersifat satu arah, I-FILA dirancang sebagai sebuah Talent Development Ecosystem. Program ini memberikan pendampingan intensif dan mentor berkala kepada siswa yang terbagi dalam enam tahapan pertemuan.
Inisiator sekaligus Founder Program I-FILA, Dr. Heri Setiawan, S.T., M.T., IPM .,., bersama Yohanes Dicka Pratama, S.T., M.T., IPP Ketua Program Studi Teknik Industri UKMC, menjelaskan bahwa program ini mengintegrasikan pendekatan Teknik Industri dan Ergonomi untuk membantu siswa mengenali potensi diri secara mendalam.
“I-FILA dikembangkan untuk mendampingi peserta didik agar mampu menemukan tujuan hidup dan arah karier melalui konsep Ikigai. Selain itu, siswa diajak menghasilkan proyek nyata yang berdampak langsung bagi sekolah dan masyarakat,” jelas Dr. Heri Setiawan.

Enam Tahapan Mentor Program I-FILA:
Untuk memastikan kompetensi siswa terbangun secara runut, program ini menerapkan enam pilar pendampingan terstruktur:
1. Ikigai Discovery / Career Mapping : Mengenal diri, potensi, nilai, dan tujuan hidup siswa.
2. Industrial Innovation Camp : Mempelajari implementasi Teknik Industri melalui proyek interaktif.
3. Ergonomic School / Design Project: Merancang solusi yang efektif, nyaman, aman, sehat, efisien (ENASE), dan ramah lingkungan untuk menyelesaikan masalah sekitar.
4. Lean & Green School Challenge: Melatih efisiensi kerja dan meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
5. Leadership & Communication : Membentuk karakter pemimpin masa depan yang berkarakter dan inspiratif.
6. I-FILA Expo & Competition: Ruang unjuk tombak kompetensi berupa presentasi karya dan kompetensi inovasi antar siswa dan antar-sekolah.
Melalui implementasi program ini pada tahun ajaran 2026–2027, UKMC dan SMA Xaverius 2 Palembang berkomitmen menciptakan generasi muda yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga adaptif dan solutif terhadap perkembangan teknologi global.(daris)







