Agama  

Renungan hari ini: Mengakui Kehebatan Orang Lain

Renungan hari ini: Mengakui Kehebatan Orang Lain

SEMANGAT PAGI, mediasumatera.id – Mengawali hari baru dengan doa dan ucapan syukur kepada Tuhan merupakan ciri orang yang: beriman, rendah hati dan bahagia. Dan jangan biarkan waktu berlalu begitu saja tanpa melakukan suatu perbuatan baik, meskipun itu kecil serta selalu memberikan perhatian yang besar terhadap hal-hal yang kecil, yang sering kali kita abaikan.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil 13: 54.55.56b – 58, yakni tentang Yesus ditolak di Nazaret. Yang anehnya, Dia ditolak bukan karena Dia melakukan kejahatan atau melakukan hal yang tidak baik, tidak terpuji, melainkan karena Dia mengajarkan hal-hal yang baik yang mendatangkan keselamatan. Dan oleh pengajaran-Nya itu, banyak orang yang takjub, heran dan kagum, sehingga mereka berkata: ” dari mana diperoleh-Nya hikmat itu?”. Namun, rasa takjub, heran dan kagum, berujung kekecewaan. Mengapa mereka kecewa? Mereka kecewa karena mereka tahu latarbelakang keluarga Yesus, tetapi mereka gagal paham tentang jati diri Yesus yang sesungguhnya. Akibatnya, mereka tidak bisa menerima Yesus yang memiliki hikmat atau kebijaksanaan yang luar biasa. Oleh karena itu mereka bertanya: ” dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?”. Itulah alasannya mengapa mereka menolak Yesus. Jadi, mereka menolak Yesus hanya karena mereka gagal paham tentang jati diri Yesus, yang adalah Allah yang menjelma menjadi Manusia. Bagaimana dengan kita? Adakah kita sering menolak sesama yang lebih unggul atau lebih baik atau lebih hebat dari kita? Atau adakah kita sering iri hati dengan dia yang merupakan saingan kita? Atau adakah kita sering mau menjatuhkan dia yang lebih sukses, lebih maju, lebih berprestasi, lebih kaya, lebih cantik, cakep dari kita dengan cara memfitnah, menggosip murahan, menyudutkan, memojokkan, dan menjelek-jelekkannya? Ingatlah, bahwa jika kita menolak sesama, hanya karena dia itu “lebih” dari kita, itu sama saja kita menolak Yesus. Semoga kita tidak seperti orang-orang Nazaret yang menolak Yesus dan kita tidak menolak sesama yang “lebih”, dari kita. Sebaliknya, kita harus dengan rendah hati mengakui kelebihan atau kehebatan orang lain. Mudah-mudahan 🙏🙏

Baca Juga :  Puluhan Orang Jadi Katolik di Paroki Hati Kudus