Pematangsiantar, mediasumatera.id – Ibadah Minggu 3 Set Trinitatis di GKPI Jemaat Khusus Immanuel Pematangsiantar di awal bulan pada hari Minggu 06 Juli 2025, kembali berlangsung penuh hikmat dan sukacita, meskipun proses renovasi rumah Tuhan masih terus berjalan. Ibadah awal bulan Juli ini dibuka secara meriah dengan lagu Mars GKPI yang dinyanyikan oleh seluruh jemaat dengan semangat dan penghayatan, diiringi alunan organ penuh sukacita, menciptakan suasana ibadah yang hidup dan penuh semangat pelayanan.
Firman Tuhan hari Minggu ini disampaikan oleh Amang Pdt. Tubiran MT Simamora, M.Th diangkat dari Galatia 6:11–18 dengan tema “Menjadi Ciptaan Baru”, secara penuh pengurapan dan firman ini menegaskan bahwa setiap orang percaya harus mengalami pembaruan hidup yang sejati.
Dalam kotbahnya, beliau menegaskan: “Mari sejak Roh Kudus turun atas hidup kita, kita menjadi manusia yang lahir baru. Kalau kita menghujat Roh Kudus, kita tidak akan pernah diampuni karena tidak mau diperbaharui oleh-Nya. Keselamatan itu karena Anugerah Tuhan.”
Beliau juga menyampaikan perumpamaan berdasarkan Wahyu 21:1, menggambarkan seperti seorang tuan rumah yang membersihkan rumahnya dari barang-barang yang tak berguna: “Kalau kita tidak berlaba di hadapan Tuhan, dan terus merasa benar tanpa rasa malu, kita tidak akan berubah. Orang yang tidak mau menerima Roh Kudus, adalah orang yang bebal. Tuhan itu Maha Penyayang, tapi Dia juga bisa murka pada orang yang mengeraskan hati. Kesombongan hati menutup pintu pembaruan.”
Beliau menyampaikan perumpamaan tentang seorang tuan rumah yang membersihkan rumahnya dari segala barang yang tidak berguna: “Seperti tuan rumah yang membuang barang-barang yang tidak diperlukan lagi, demikian juga Tuhan menginginkan kita melepaskan dosa dan hidup lama kita yang sia-sia.”
Amang Pdt. Tubiran MT Simamora, M.Th mengajak jemaat dengan tegas: “Mari kita bertobat sekarang juga, berdamai sekarang juga, dan berdoa sekarang juga. Jangan menunda-nunda. Hiduplah dalam perjanjianmu dengan Tuhan.”
Sebagai penutup, beliau memberikan seruan rohani yang menyentuh: “Jadilah ciptaan baru. Jangan keraskan hatimu. Jika kamu terus melakukan yang salah, itu akan membawamu pada dosa yang dalam. Terimalah Roh Kudus, karena hanya oleh Anugerah Tuhan kita Yesus Kristus, kita diselamatkan dan boleh masuk ke dalam Kerajaan Surga.”

Liturgi ibadah dipimpin oleh Inang Pnt. C br Lubis, sementara Inang Pnt. N br Marbun membacakan warta jemaat dan memimpin doa syafaat.
Puji-pujian yang dinaikkan jemaat diiringi dengan indah oleh permainan organ dari Pemudi Elisabeth br Ujung. Pelayanan persembahan dilaksanakan oleh Inang Pnt. RL br Tobing dan Amang Pnt. U Marpaung.
Beberapa informasi penting juga diumumkan dalam warta jemaat hari ini:
1. Ibadah Kebaktian Malam Sektor akan dilaksanakan pada Rabu, 9 Juli 2025 pukul 19.00 WIB di gereja. Seluruh sektor diundang untuk hadir dengan sukacita.
2. Hari ini, Minggu 6 Juli 2025, jemaat melaksanakan Persembahan ke Depan sebagai bentuk dukungan nyata bagi Dana Sosial Gereja.
3. Pada Kamis, 3 Juli 2025, Tuhan mengaruniakan seorang anak laki-laki dalam keadaan sehat kepada keluarga Bapak A. Nainggolan / br Siahaan, anggota jemaat sektor 1. Jemaat turut bersukacita dan mengucap syukur atas kelahiran tersebut.
Dengan rangkaian kegiatan yang padat namun penuh makna, gereja terus bertumbuh menjadi komunitas yang hidup dalam kasih dan pelayanan, meskipun berada dalam masa pembangunan fisik gereja.
Selesai ibadah, tampak wajah-wajah jemaat dipenuhi syukur dan semangat baru untuk terus hidup setia dalam perjanjian dengan Tuhan. Ibadah hari ini menjadi pengingat bahwa meskipun kita hidup di dunia yang penuh tantangan, di dalam Kristus kita dimampukan menjadi ciptaan baru.

Bagi jemaat dan donatur yang tergerak untuk memberikan bantuan bagi renovasi GKPI Jemaat Khusus Immanuel Pematangsiantar, dapat menyalurkan donasi melalui:
Rekening Donasi:
🏦 Bank: Bank SUMUT
💳 Nomor Rekening: 22002040465521
📌 Atas Nama: PANPEM GKPI JK Immanuel
Setiap dukungan yang diberikan, baik besar maupun kecil, akan sangat berarti bagi pembangunan rumah Tuhan. Tuhan memberkati setiap tangan yang memberi dengan sukacita.
“Dan rumah yang hendak kudirikan itu harus besar, sebab Allah kita lebih besar dari segala allah. Tetapi siapakah yang mampu mendirikan rumah bagi-Nya, karena langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidak dapat memuat Dia? Dan siapakah aku ini, sehingga aku mampu mendirikan rumah bagi-Nya, kecuali hanya untuk membakar korban di hadapan-Nya?”(2 Tawarikh 2:5-6) Soli Deo Gloria.







