SELAMAT PAGI, mediasumatera.id – apakah anda sehat dan bahagia? Jangan lupa untuk selalu bersyukur kepada Tuhan. Dan nyatakan rasa syukur anda dengan berbuat baik kepada sesama.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 10: 38 – 42, yakni tentang Maria dan Marta. Keduanya mewakili dua tipe manusia, yakni sebagai makhluk rohani yang diwakili oleh Maria dan makhluk jasmani yang diwakili oleh Marta. Maria sangat dipuji oleh Yesus, sebab dia bersimpuh di dekat kaki Yesus dan mendengarkan Yesus. Yesus bersabda: ” manusia hidup bukan dari roti saja, melainkan dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah (Matius 4: 4). Bahwa tubuh kita tidak membutuhkan makanan jasmani, tetapi juga makanan rohani. Malahan makanan rohani sesungguhnya jauh lebih penting, sebab untuk kesehatan dan keselamatan jiwa kita. Bahwa tubuh jasmani kita akan mati dan hancur binasa, tetapi jiwa kita akan selamanya hidup. Itulah mengapa Yesus mengatakan kepada Marta: ” Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil daripadanya”.
Bagaimana dengan Marta? Marta tipe manusia yang suka melayani, suka bekerja keras. Dia sangat menghormati dan menghargai tamu yang datang, apalagi Tuhan Yesus yang datang ke rumah mereka. Oleh karena iti, ia sibuk melayani dan bekerja keras, sampai dia mengabaikan Tuhan Yesus. Maka, Yesus berkata kepada Marta: ” Marta, Marta, engkau kwatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara”. Lalu, bagaimana dengan kita? Dalam diri kita harus memiliki semangat seperti Maria dan Maria. Artinya kita harus seimbangkan antara kebutuhan yang rohani dan kebutuhan yang jasmani. Kebutuhan rohani harus diutamakan daripada kebutuhan jasmani.
Artinya sebelum kita memulai untuk memenuhi kebutuhan jasmani dengan bekerja atau melayani, harus terlebih dahulu kebutuhan rohani dipenuhi, melalui doa, ibadat, kebaktian, ekaristi dan membaca serta merenungkan sabda Tuhan. Dengan demikian, terwujudlah ora et labora: berdoa dan bekerja. Seperti itulah cara hidup Yesus, sebelum dan sesudah melaksanakan karya pelayanan–Nya, Ia selalu naik ke bukit untuk berdoa. Semoga dapat menginspirasi kita. Mudah-mudahan.




