BERDIRI TEGUH!

BERDIRI TEGUH!

RENUNGAN HARIAN GKPI “TERANG HIDUP”

Rabu, 29 April 2026

PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id – Shalom… salam sejahtera di dalam kasih Tuhan kita, Yesus Kristus.

Kiranya damai sejahtera, sukacita, dan pengharapan dari Tuhan perlahan mengalir dan memenuhi setiap ruang hati kita, bahkan di saat kita merasa lelah, kosong, atau seolah tidak baik-baik saja.

Saudara-saudari yang terkasih,
Seringkali kita berjalan dengan beban pikiran tentang masa depan, kekhawatiran yang belum tentu terjadi, dan luka-luka yang masih tersimpan. Namun hari ini Tuhan mengajak kita untuk berhenti sejenak… menarik nafas… dan kembali percaya.

Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.
Dalam setiap langkah kecil kita, bahkan saat iman terasa lemah, Tuhan tetap bekerja dengan cara-Nya yang indah.

Renungan ini disampaikan oleh:
Amang Pdt. Tubiran M.T. Simamora, M.Th.

“Sebab itu berdirilah teguh dan berpegangan pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis.” (2 Tesalonika 2:15)

Kebenaran sejati tidaklah relatif, dapat sebagai fondasi yang kokoh, walau dunia menawarkan yang lain dengan abu-abu. Steve Jobs pendiri “Perusahaan Apple Inc.” pernah mengatakan: “Jangan biarkan bisingnya pendapat orang lain menenggelamkan suara hatimu sendiri.” Tetap berdiri teguh dalam kebenaran. Itu akan menyelamatkan kita dari semua bahaya.

Di lepas pantai Brittany, Prancis, berdiri sebuah mercusuar bernama La Jument. Suatu ketika, badai besar menghantam wilayah tersebut dengan ombak setinggi gedung bertingkat. Seorang penjaga mercusuar sempat keluar untuk melihat situasi, dan tepat saat itu, sebuah ombak raksasa menerjang. Foto ikonik yang sempat terekam menunjukkan betapa kecilnya manusia dibanding amukan samudera. Namun, mengapa mercusuar itu tidak hancur? Rahasianya bukan pada catnya yang baru, bukan ukuran yang besar, melainkan pada fondasinya yang tertanam jauh ke dalam karang dasar laut. Mercusuar itu tetap teguh karena ia “memegang” dasar yang tidak tergoyahkan, sementara air di sekitarnya terus berubah dan mengamuk.

Baca Juga :  Renungan hari ini: Memetik Gandum Di Ladang Kasih

Dunia kita saat ini mirip dengan badai tersebut. Tren berubah, nilai-nilai moral bergeser, dan banyak suara yang mencoba membingungkan iman kita. Rasul Paulus mengingatkan jemaat di Tesalonika dan juga kita, agar tidak “hanyut” terbawa arus. Kita diminta untuk berdiri teguh dan berpegang pada ajaran kebenaran Firman Tuhan yang sudah kita terima. Memegang kebenaran berarti menjadikan Kristus sebagai jangkar, sehingga apa pun badai pendapat atau tekanan hidup yang datang, kita tidak akan goyah.

Inti Renungan:
Iman yang kuat bukan berarti tidak ada badai, melainkan keputusan untuk tetap berpegang teguh pada kebenaran Firman Tuhan sebagai fondasi hidup yang tak tergoyahkan.

Lagu:
KJ No. 440:1,2 “Di Badai Topan Dunia”

Doa:
Tuhan Yesus, terima kasih atas Firman-Mu yang menjadi kompas bagi hidup kami. Mampukanlah kami untuk tetap berdiri teguh dan setia memegang ajaran-Mu, meskipun dunia di sekitar kami terus berubah. Amin.

Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati kita.