Renungan hari ini: Post Tenebras Lux: Habis Gelap Terbitlah Terang

Renungan hari ini: Post Tenebras Lux: Habis Gelap Terbitlah Terang
Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK

mediasumatera.id – Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Apakah Anda lebih suka gelap atau terang? Gelap dan terang bukan sekadar lawan fisik. Dalam iman Kristiani, gelap melambangkan dosa yang memisahkan, terang melambangkan Kristus yang menyelamatkan. Namun dalam Injil Yohanes hari ini, Yesus mengajarkan sesuatu yang lebih tajam: Kegelapan sejati bukanlah dosa masa lalu, melainkan penolakan terhadap Terang yang sudah datang.Post Tenebras Lux: terang sesudah kegelapan bukan sekadar harapan, tetapi keputusan: Maukah kita keluar dari kegelapan ketidakpercayaan dan hidup dalam Terang yang adalah Kristus?” Pada hari ini Gereja Katolik sejagat memperingati Santa Katarina dari Siena, Perawan dan Pujangga Gereja.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 12: 44 – 50, yakni Firman Yesus yang menghakimi. Para saudaraku, gelap bukan sekadar ketiadaan cahaya, melainkan ruang HATI yang dipenuhi ambisi, harta, dan pengakuan manusia. Pelita dunia tampak menyala, tetapi bayang-bayangnya justru makin pekat.
Yesus datang bukan dengan bisikan, melainkan dengan seruan: “Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia percaya bukan kepada-Ku, tetapi kepada Dia yang mengutus Aku.” Terang sejati tidak setengah-setengah, juga tidak samar. Melihat Yesus berarti melihat Bapa; mendengar-Nya berarti mendengar Sang Pencipta. Namun manusia sering memilih “setengah terang”, percaya, tetapi masih menyembah diri sendiri; ikut Yesus, tetapi masih terikat pada kemuliaan dunia. Padahal Ia berkata: “Aku telah datang ke dalam dunia sebagai TERANG, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.” Jangan menjadikan GELAP sebagai rumah lagi, sebab TERANG itu sudah datang, dan TERANG itu adalah Kristus. Ia datang bukan untuk menghakimi, melainkan menyelamatkan. Tetapi firman-Nya akan menjadi saksi di akhir zaman. Setiap kata yang ditolak akan berdiri di hadapan kita. Post Tenebras Lux:
Habis GELAP, terbitlah TERANG. Bukan semboyan masa lalu, melainkan panggilan hidup. Kita pernah tinggal, bahkan selalu hidup dalam kegelapan, tetapi kini TERANG sudah menyala melalui Kristus. Tugas kita bukan menciptakan TERANG, melainkan berhenti mencintai KEGELAPAN.

Baca Juga :  Renungan hari ini: Verba Docent, Exempla Trahunt

Pesan Untuk Kita

Para saudaraku, mari kita renungkan sejenak: ruang mana dalam hidup kita yang masih GELAP, yang enggan kita buka di hadapan Tuhan? Jangan biarkan ia menjadi tempat tinggal kita. Kristus sudah datang sebagai TERANG Sejati, bukan untuk menghukum, tetapi untuk menyelamatkan. Maka sambutlah Dia dengan HATI yang terbuka, dan biarlah seluruh hidup kita di rumah, di komunitas, di tempat kerja, di dunia digital atau sosial media memancarkan TERANG-Nya. Post Tenebras Lux: Habis gelap, biarlah TERANG Kristus bersinar dalam hari-hari hidup kita.

Pertanyaan Refleksi

1. Ruang gelap apa dalam hidupku yang masih aku sembunyikan dari Tuhan, dan mengapa aku sulit melepaskannya?
2. Bagaimana aku menyikapi Kristus sebagai Terang Sejati, apakah aku sungguh melangkah penuh ke dalam terang-Nya atau masih berdiri di ambang pintu?
3. Dalam keseharian (di rumah, di komunitas, tempat kerja, media sosial), bagaimana aku dapat memancarkan terang Kristus agar orang lain juga merasakan hidup di dalam terang?

Selamat berefleksi🙏🙏

Doa Singkat

Tuhan Yesus, Terang Sejati, lepaskan aku dari ruang gelap yang masih mengikat hatiku.
Bimbing aku melangkah penuh ke dalam terang-Mu, agar hidupku memancarkan KASIH dan kebenaran-Mu di setiap tempat dan waktu. Amin.