Tuhan Didiklah Kami, Agar Setia dan Tekun Dalam Berdoa

Tuhan Didiklah Kami, Agar Setia dan Tekun Dalam Berdoa

SEMANGAT PAGI, mediasumatera.id – apakah anda sehat dan bahagia di hari ini? Saya berharap demikian. Jangan lupa untuk selalu bersyukur kepada Tuhan, sebab dengan bersyukur hidup kita akan menjadi bahagia.

Renungan hari ini, terinspirasi dari Injil Lukas 11: 1 – 4, yakni hal berdoa. Seluruh hidup Yesus bernafaskan doa. Hal ini ternyata dapat menginspirasi para murid-Nya. Oleh karena itu, salah seorang dari murid-Nya, berkata kepada Yesus: ” Tuhan, ajarlah kami berdoa, sebagaimana Yohanes telah mengajar murid-muridnya”. Maka, Yesus mengajarkan doa yang sangat singkat, padat dan jelas, yakni doa Bapa kami. Doa Bapa kami adalah doa yang Yesus doakan, saat Ia berdoa kepada Bapa-Nya. Doa Bapa kami adalah doa yang sempurna, mengapa? Pertama: karena dirumuskan dan menjadi doa pokok Yesus.

Kedua: karena diajarkan oleh Yesus sendiri kepada para murid-Nya termasuk kepada kita. Namun, walau doa Bapa kami ini, sangat singkat, padat dan jelas, tetapi jika kita doakan dari hati dan penuh kesadaran, maka maknanya sangat luas dan dalam, terkait hubungan dengan Allah dan sesama. Dan sebaliknya, jika kita mendoakannya hanya sekedar bunyi di mulut tanpa ke luar dari hati, maka doanya menjadi biasa saja dan tawar atau hambar tanpa makna. Maka, mari setiap kali kita ucapkan doa Bapa kami, doakanlah dari hati dan penuh kesadaran, sehingga kita bisa merasakan serta meresapkan maknanya yang terdalam, yakni mengasihi Allah dan sesama manusia, yang diwujudkan lewat mengampuni sesama yang bersalah kepada kita secara tulus. Dan Tuhan, telah mengajar kita berdoa, lewat contoh hidup doa-Nya. Namun, yang perlu kita minta, sesungguhnya adalah Tuhan didiklah kami, agar kami setia dan tekun dalam berdoa, sebab seringkali, kami lalai, tidak setia dan tidak tekun dalam berdoa, serta terlalu tenggelam dalam kesibukan dan asyik dengan “dunia” kami sendiri. Amin

Baca Juga :  Mengasihi Orang Berdosa